sponsor

sponsor

news

madiun

ngawi

Life & style

magetan

lifestyle

Pariwisata

» » » » SMP 1 Ponorogo Resmi Laporkan Kasus Penipuan Study Tour

PONOROGO (KR)  SMP 1 Ponorogo akhirnya resmi melaporkan kasus tipu-tipu study tour yang dilakukan oleh salah satu oknum agen travel ke Polres Ponorogo. Pelaporan baru resmi diterima, Rabu (12/7/2017) malam.

"Baru kemarin dilaporkan. Jadi sekarang masih dalam tahap lidik kami. Dan belum ditentukan siapa tersangkanya," kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Darmawan, saat ditemui beritajatim.com di GOR Suromenggolo, Kanis (13/7/2017).

Rudy menjelaskan, kasus tipu-tipu tersebut, berawal dari kepercayaan panitia study tour siswa kelas IX terhadap salah satu oknum pegawai agen travel. 
Karena sudah tiga kali menggunakan dan mau keempat kalinya.

Tiga kali menggunakan jasa EO dan agen travel tersebut, lanjut dia, sekolah favorit di Ponorogo itu tidak pernah kecewa. Sehingga percaya penuh langsung membayar uang ratusan juta.

Dia mengaku, panitoa atas nama Ribut Subiantoro yang juga guru SMP 1 Ponorogo, menerima penawaran proposal dengan nilai konttak Rp 427.500.000.

"Namun dilakukan pembayaran dulu senilai Rp 362.000.000. Untuk kekurangannya sekitar Rp 50.000.000 akan dibayarkab jika tour ke Bandung selesai," tambahnya.

Rudy menjelaskan, saat mendekati hari H, oknum travel tidak menunjukkan batang hidungnya. Alhasil SMP tertua si Ponorogo tersebut merugi ratusan Juta rupiah.

Walaupun sudah melaporkan secara resmi kepada pihak berwajib, SMP 1 Ponorogo masih belum mau terbuka. Kepala SMP 1 Ponorogo tidak mau ditemui.

Diberitakan sebelumnya,  Tamparan keras lagi untuk dunia pendidikan di Ponorogo. Bagaimana tidak, SMPN 1 Ponorogo yang notabene SMP Favorite di Ponorogo tertipu agen travel bodonh.

Dari informasi yang didapat beritajatim.com, SMP tertua di Ponorogo tersebut tertipu Rp 500 juta. Awalnya siswa kelas IX merencakan tour ke Bandung 3 hari dua malam. Berangkat dari Madiun ke Bandung, pemberangkayan menggunakan kereta, Senin (11/7/2017) jam 21.53 wib. Dan pulang menggunakan kereta api dari stasiun Bandung menuju stasiun Madiun (14/07/2017 jam 16.50).

"Tapi semua batal. Padahal uang terlanjur setor Rp 1.500.000. Dan belum dikembalikan. Dan nyatanya batal," kata Agus Widodo, salah seorang wali murid.

Dan, lanjut dia, pembatalan baru diberi tahu sehari sebelum berangkat. Dan semua wali murid sekitar 285 dikumpulkan.

Dia menjelaskan kecurigaan sekolah berawal dari perubahan kegiatan tour yang sebelumnya disepakati berangkat tgl 8 Juli 2017 dirubah menjadi tgl 11 Juli 2017 dengan alasan karena travel tsb ada job lain di salah satu sekolahan di Ponorogo. 

Kemudian setelah pihak panitia SMPN 1 Ponorogo mengecek ternyata tidak ada agenda tour. Kecurigaan bertambah besar setelah pihak panitia melakukan pengecekan ke stasiun KA madiun, dan ternyata benar tidak ada pemesanan tiket untuk siswa/siswi rombongan study tour ke Bandung
sumber (http://beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/302804/smp_1_ponorogo_resmi_laporkan_kasus_penipuan_study_tour.html)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply