sponsor

sponsor

news

madiun

ngawi

Life & style

magetan

lifestyle

Pariwisata

» » » » Puing Pasar Songgolangit Mulai Dibersihkan

Puing-puing akibat kebakaran Pasar Songgolangit Ponorogo akan dibersihkan hari ini. Sejumlah elemen mulai dari Satpol PP, polisi, TNI, Tagana, pedagang, hingga unsur sukarelawan dikerahkan.

Kepala Satpol PP Ponorogo Wahyu Paripurnawan mengatakan pembersihan sisa-sisa kebakaran akan dilaksanakan mulai Rabu(17/5) hari ini. “Sesuai rencana, besok (hari ini) pasar yang terbakar akan kita bersihkan. Pembersihan pertama adalah konstruksi atas yang membahayakan,” ungkap Wahyu, kemarin. Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi mengatakan, sebenarnya sejak Senin lalu, izin untuk melakukan kegiatan pembersihan puing telah ada. Namun, mengingat kondisi yang gelap, maka berbagai kegiatan terkait pasar tidak dilaksanakan.

“Kalau gelap pasti ada kerawanan. Bukan kerawanan kejahatan semacam penjarahan atau semacamnya, tapi kewaspadaan kan berkurang kalau gelap. Kalau ada material bekas terbakar yang jatuh atau ambruk, tetap berbahaya. Kalau terang kan bisa lebih terlihat kerawanan itu,” ujarnya. Menurut Suryo, pihak Polres Ponorogo akan mengirim personel membantu pembersihan. “Tapi mungkin tidak banyak, karena kami harus melakukan pengamanan terkait gugatan salah satu perguruan silat di PN Madiun,” katanya. Sementara sejak pagi hingga siang kemarin, sejumlah pedagang di Blok B Pasar Songgolangit atau kios di bagian selatan sebelah barat yang tidak turut diamuk api mulai mengemasi barang dagangannya untuk dibawa pulang.

PONOROGO (KR) Para dagangan buah telah diperbolehkan membawa pulang barang dagangannya tersebut. Namun, barang-barang itu tidak boleh diperdagangkan di pasar lain. Sebab dikhawatirkan akan mengundang kecemburuan bagi pedagang yang menjadi korban kebakaran. Apalagi saat ini bekas kebakaran belum dibersihkan. “Dari pimpinan telah memberi petunjuk, bagi yang tidak terbakar, maka pedagang pemilik kios bisa melihat kondisi kiosnya atau barangnya dibawa pulang sekalian. Tapi bukan berjualan,” ungkap Kepala UPT Pasar Sigit Pramono.

Para pedagang menyambut gembira keputusan Pemkab Ponorogo yang memperbolehkan pedagang mengambil barang dagangannya. Terutama para pedagang buah yang khawatir seluruh buahnya akan busuk bila dibiarkan hingga beberapa waktu ke depan. Kendati sudah banyak buah rusak karena kepanasan, tapi mereka mengaku lega. Begitu buah dikeluarkan dari dalam kios ada beberapa pembeli yang membeli buah-buahan itu dengan harga normal. “Kan kalau di sini jadi busuk lama-lama. Legalah, rasanya,” kata Markayah, 40, pedagang buah asal Desa Beton, Kecamatan Siman, Ponorogo.

Terkait rencana relokasi sementara, Bupati Bojonegoro Ipong mengatakan, para pedagang akan ditempatkan di bekas lokasi kebakaran lantai satu. Hal itu dilakukan bila keadaan sudah dinyatakan aman. Penempatan relokasi tahap pertama ini merupakan permintaan para pedagang agar tidak dipindahkan ke lokasi yang jauh tempatnya berdagang saat ini karena sebentar lagi memasuki bulan Ramadan.

Jika bekas lokasi kebakaran tidak cukup menampung mereka yang jumlahnya 575 lapak, maka akan ditambahkan ke pasar bekas lahan Pengadilan Ponorogo berada di utara Pasar Songgolangit. Hal itu dimaksudkan agar pedagang tidak meluber ke jalan yang akhirnya mengganggu arus lalu lintas.
Sumber (http://koran-sindo.com/page/news/2017-05-17/5/45/index.php)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply