sponsor

sponsor

news

madiun

ngawi

Life & style

magetan

lifestyle

Pariwisata

» » » » Kebocoran Air PDAM Kota Madiun Masih Wajar




MADIUN (KR). Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari (TTS) Kota Madiun mencatat tingkat kebocoran air bersih atau Non Revenue Water (NRW) di wilayah Kota Madiun sejak tiga tahun terakhir mencapai 15 persen lebih.
Angka tersebut dianggap oleh Direktur Utama PDAM TTS, Bambang Irianto masih wajar. Pasalnya sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47/1999 tentang batas maksimal kebocoran air bersih, maksimal NRW hanya 20 persen. Sehingga jika angka kebocoran air bersih di Kota Madiun mencapai 15 persen, tidak begitu mempengaruhi terhadap tagihan listrik kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Kebocoran ini masih bisa ditolerir,”katanya, Rabu (3/5/2017).
Kebocoran juga tidak mempengaruhi pendapatan. Bambang Irianto mencontohkan, pendapatan mulai tahun 2015 hingga tahun 2016 saja mengalami kenaikan. Sesuai data PDAM TTS, pendapatan tahun 2015 mencapai Rp. 32,3 miliar dari target Rp. 30,5 miliar dengan 37.193 pelanggan. Dari angka tersebut, PDAM mendapatkan laba bersih sekitar Rp. 6,6 miliar dan mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp. 3,6 miliar. Sedangkan tahun 2016, pendapatan dari 37.435 pelanggan mencapai Rp. 36,6 miliar dari target Rp. 34,8 miliar dan mampu memberikan laba bersih Rp. 9,8 miliar, serta PAD sekitar Rp. 5,4 miliar.
“Data sampai 30 Maret 2017 kemarin, pendapatan kita sudah mencapai Rp. 8,9 miliar. Kalau tahun ini target pendapatan kita Rp. 36,6 miliar dengan laba bersih Rp. 8,4 miliar dan PAD Rp.4,6 miliar,”ujarnya.
Saat ini, PDAM TTS memiliki 27 sumur dengan kapasitas semburan air mencapai 30 liter per detik. 27 sumur itu, mengalirkan air kedalam pipa sepanjang 547.618 meter. Bambang Irianto mengeklaim, sumur mampu melayani 37.515 pelanggan. “Pelanggan rata-rata banyak mengkonsumsi air dipagi hari dan jam puncak sore. Kita masih mampu melayani 24 jam dengan 27 sumur itu,”paparnya.
Senada juga dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kota Madiun, Ngedi Trisno Yhusianto. Menurut politisi PKB ini, kebocoran air di PDAM TTS masih cukup kecil jika dibandingkan dengan daerah lain. Apalagi upaya pengantian pipa terus dilakukan guna menekan angka kebocoran air.
“Angka kebocoran selama tiga tahun terakhir kan semakin menurun. Untuk mengurangi kebocoran ini kan sudah dilakukan oleh PDAM, seperti mengganti pipa. Kalau 15 persen itu masih sangat wajar,” ucapnya.
Sumber ( http://www.realita.co/kebocoran-air-pdam-kota-madiun-masih-wajar )

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply