sponsor

sponsor

news

madiun

ngawi

Life & style

magetan

lifestyle

Pariwisata

» » » » Hingga Kini Blangko E-KTP Masih Minus, Begini Solusi Disdukcapil

NGAWI (KR) - Memang serba pelik masalahnya disatu sisi masyarakat selaku pemohon makin sadar akan keberadaan identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik atau E-KTP. Terbukti, per harinya ratusan warga masyarakat berusaha mengurus identitas kependudukan tersebut baik ke kantor kecamatan maupun langsung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Ngawi.
Namun disisi lain, keberadaan blangko E-KTP bak barang langka belum ada tanda-tanda kapan di suplai dari pusat. Dengan kondisi yang demikian ini membuat Disdukcapil Ngawi dibikin klimpungan ketika mendapatkan komplain masyarakat.

“Maunya kita ya cepat ada blangkonya dan segera dikirim dari pusat supaya pelayanan E-KTP lancar seperti di daerah ini. Tetapi minusnya blangko tersebut memang dari pusat kita tidak bisa berbuat banyak,” terang Sugeng Kepala Disdukcapil Ngawi, Selasa (07/03/17).

Diakui Sugeng, bisa diprediksi sekitar 400 pemohon per harinya melakukan perekaman. Tidak jarang diantara mereka mengeluhkan proses E-KTP yang lambat akibat minusnya blangko. Dan tercatat hampir 20 ribu pemohon yang sudah melakukan perekaman hingga saat ini.

Untuk mengatasi keterlambatan droping blangko pihaknya mengeluarkan surat keterangan kepada pemohon dengan fungsi sama seperti E-KTP. Surat keterangan tersebut berlaku selama enam bulan dan bisa diperpanjang lagi melalui proses di Disdukcapil.

“Dengan kondisi seperti ini sangat mengharap warga masyarakat untuk memahami. Jangan sampai kendala blangko seolah kita lalai dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” beber Sugeng.
Sugeng menjelaskan, kelangkaan blangko E-KTP tidak lepas permasalahan di pusat sebab Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengalami dua kali kegagalan lelang blangko sejak November 2016 lalu. Secara kolektif Kemendagri melalui ULP LPSE gagal melelang 8 juta blangko senilai Rp 112 miliar.

“Masalah penyebab langkanya blangko tersebut sudah kita sebarkan ke 19 wilayah kecamatan agar secepatnya disosialisasikan ke masyarakat,” urainya.

Meski demikian target perekaman E-KTP tambah Sugeng, sudah mencapai 90 persen dari total warga Ngawi 896.859 jiwa dan wajib E-KTP mencapai 691.764 jiwa sedangkan 679.225 sudah dinyatakan pegang identitas diri tersebut. Pungkasnya, bagi pemohon yang sudah sudah mengantongi E-KTP terhitung sejak 2011 tidak perlu memperpanjang lagi karena berlaku seumur hidup.:http://www.siagaindonesia.com/146539/hingga-kini-blangko-e-ktp-masih-minus-begini-solusi-disdukcapil.html.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply