sponsor

sponsor

news

madiun

ngawi

Life & style

magetan

lifestyle

Pariwisata

» » » » Kuatkan Pasar Di Daerah, PT Silog Resmikan Gudang Baru Di Ngawi

NGAWI (KR) - PT Semen Indonesia Logistik (Silog) terus berupaya memperkuat pasar di daerah termasuk memenuhi target total penjualan sekitar 4,3 juta ton semen. Salah satunya pasar yang menjadi incaranya di wilayah Jawa Timur. Melalui anak perusahaanya PT Silog kembali meresmikan kantor sekaligus gudang baru di Dusun Ketanggi Kidul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi, Jawa Timur, Senin (27/02/17).
Peresmian gudang dengan kapasitas tampung 50 ribu sak semen tersebut menjadi bagian pengembangan gudang dari 83 unit menjadi 84 unit gudang yang tersebar di Jawa Timur.
Sebelumnya, perusahaan yang bernama PT Varia Usaha ini selain memasarkan produk semen juga bergerak di Bidang Usaha Perdagangan Badan Bangunan (BU BBB).
“Target penjualan di Ngawi ini yang kita pasang sekitar 80 ribu ton semen dari target total 4,3 juta ton semen. Dan pihak manajemen sendiri optimis target tersebut akan terpenuhi dalam pertahunya,” terang Sumarwanto Direktur PT Silog, Senin (27/02/17).
Sumarwanto menekankan, bahwa investasi kantor dan gudang di Ngawi harus segera dapat meningkatkan pendapatan dan penjualan semen di Ngawi dengan total target Rp 3,2 miliar. Penjualan itu tentunya baik semen kemasan zak, curah maupun bahan bangunan lainya. Dengan demikian komitmen PT Silog tetap mempertahankan kwalitas dan daya tahan akan produknya. :http://www.siagaindonesia.com/145873/kuatkan-pasar-di-daerah-pt-silog-resmikan-gudang-baru-di-ngawi.html.
INILAHCOM, Magetan - Kesadaran warga membuang sampah di tempatnya belum terlalu tinggi. Pasalnya, Selasa (28/2/2017) dini hari, terjadi banjir karena luapan sungai di Magetan.

Tepatnya di Tegal Arun, RT 06/RW 01, Kelurahan/Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. "Banjirnya karena ada sampah dan beberapa ranting yang menyumbat di jembatan setempat. Sehingga air meluap," kata Fery Yoga Saputra, Kasie Kedaruratan dan Logistik, BPBD Magetan, Selasa pagi.

Sampah itu, lanjut dia, terbawa arus air sungai Desa Bulak megalir ke arah jalur kali Desa Bukur, Madiun dan berakir di Bengawan Solo. Jika tidak ada sampah kemungkinan air masih bisa tertampung.

Fery mengaku, untuk ketingian air luapan diperkirakan setinggi 50 - 60 sentimeter. Saat ini posisinya sudah mulai surut. Warga di lokasi juga sudah mulai melakukan pembersihan.

Namun demikian, Fery mengatakan, untuk kerugian secara material cukup banyak. Karena 0.5 hektar lahan sawah siap panen terendam air. - See more at: http://menujudki1.inilah.com/read/detail/2362786/jembatan-tersumbat-air-meluber-ke-jalan#sthash.aHQepTSJ.dpuf
INILAHCOM, Magetan - Kesadaran warga membuang sampah di tempatnya belum terlalu tinggi. Pasalnya, Selasa (28/2/2017) dini hari, terjadi banjir karena luapan sungai di Magetan.

Tepatnya di Tegal Arun, RT 06/RW 01, Kelurahan/Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. "Banjirnya karena ada sampah dan beberapa ranting yang menyumbat di jembatan setempat. Sehingga air meluap," kata Fery Yoga Saputra, Kasie Kedaruratan dan Logistik, BPBD Magetan, Selasa pagi.

Sampah itu, lanjut dia, terbawa arus air sungai Desa Bulak megalir ke arah jalur kali Desa Bukur, Madiun dan berakir di Bengawan Solo. Jika tidak ada sampah kemungkinan air masih bisa tertampung.

Fery mengaku, untuk ketingian air luapan diperkirakan setinggi 50 - 60 sentimeter. Saat ini posisinya sudah mulai surut. Warga di lokasi juga sudah mulai melakukan pembersihan.

Namun demikian, Fery mengatakan, untuk kerugian secara material cukup banyak. Karena 0.5 hektar lahan sawah siap panen terendam air.
- See more at: http://menujudki1.inilah.com/read/detail/2362786/jembatan-tersumbat-air-meluber-ke-jalan#sthash.aHQepTSJ.dpuf
INILAHCOM, Magetan - Kesadaran warga membuang sampah di tempatnya belum terlalu tinggi. Pasalnya, Selasa (28/2/2017) dini hari, terjadi banjir karena luapan sungai di Magetan.

Tepatnya di Tegal Arun, RT 06/RW 01, Kelurahan/Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. "Banjirnya karena ada sampah dan beberapa ranting yang menyumbat di jembatan setempat. Sehingga air meluap," kata Fery Yoga Saputra, Kasie Kedaruratan dan Logistik, BPBD Magetan, Selasa pagi.

Sampah itu, lanjut dia, terbawa arus air sungai Desa Bulak megalir ke arah jalur kali Desa Bukur, Madiun dan berakir di Bengawan Solo. Jika tidak ada sampah kemungkinan air masih bisa tertampung.

Fery mengaku, untuk ketingian air luapan diperkirakan setinggi 50 - 60 sentimeter. Saat ini posisinya sudah mulai surut. Warga di lokasi juga sudah mulai melakukan pembersihan.

Namun demikian, Fery mengatakan, untuk kerugian secara material cukup banyak. Karena 0.5 hektar lahan sawah siap panen terendam air.
- See more at: http://menujudki1.inilah.com/read/detail/2362786/jembatan-tersumbat-air-meluber-ke-jalan#sthash.aHQepTSJ.dpuf
INILAHCOM, Magetan - Kesadaran warga membuang sampah di tempatnya belum terlalu tinggi. Pasalnya, Selasa (28/2/2017) dini hari, terjadi banjir karena luapan sungai di Magetan.

Tepatnya di Tegal Arun, RT 06/RW 01, Kelurahan/Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. "Banjirnya karena ada sampah dan beberapa ranting yang menyumbat di jembatan setempat. Sehingga air meluap," kata Fery Yoga Saputra, Kasie Kedaruratan dan Logistik, BPBD Magetan, Selasa pagi.

Sampah itu, lanjut dia, terbawa arus air sungai Desa Bulak megalir ke arah jalur kali Desa Bukur, Madiun dan berakir di Bengawan Solo. Jika tidak ada sampah kemungkinan air masih bisa tertampung.

Fery mengaku, untuk ketingian air luapan diperkirakan setinggi 50 - 60 sentimeter. Saat ini posisinya sudah mulai surut. Warga di lokasi juga sudah mulai melakukan pembersihan.

Namun demikian, Fery mengatakan, untuk kerugian secara material cukup banyak. Karena 0.5 hektar lahan sawah siap panen terendam air.
- See more at: http://menujudki1.inilah.com/read/detail/2362786/jembatan-tersumbat-air-meluber-ke-jalan#sthash.aHQepTSJ.dpuf

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply