Header Ads

ad728
  • Breaking News

    DANRAMIL 0803/05 WUNGU HADIRI RAKOR MUSPIKA TINDAK LANJUTI LAPORAN MASYARAKAT DEMI TERCIPTANYA SITUASI YANG KONDUSIF

    MADIUN (KR) Guna menciptakan situasi yang kondusif instansi wilayah kecamatan wungu mengelar rapat koordinasi,bertempat di ruang rapat Asisten Administrasi Umum Kantor Puspem Kab. Madiun Ds. Bangunsari Kec. Mejayan Kab. Madiun, telah dilaksanakan acara rakor tindak lanjut laporan warga masyarakat sekitar kandang ayam milik  Bambang Purnomo yang beralamat  di Ds. Bantengan RT/RW 17/07 Kec. Wungu Kab. Madiun, kegiatan tersebut  dihadiri 15 orang Muspika Wungu.Kamis 2 /2/2017


                 Hadir dalam acara rakor tersebut pemilik kandang ayam,Bambang Purnomo, Kepala  Satpol PP Kab. Madiun Setiyono,Camat Wungu Didik Achmadi,Kapolsek Wungu Akp Nuryadi,Danramil 0803/05 Wungu Lettu Arm Khoirudin,Pemilik Kandang ayam, Bambang Purnomo,Kasun Ds. Bantengan A. Samsuri. Dinas Peternakan Kab. Madiun Bagus S,Badan Lingkungan Hidup Kab. Madiun Arif Mumpuni

                 Dalam kesempatan tersebut Kepala Satpol PP Setiyono menyampaikan rapat ini dalam rangka menindak lanjuti terkait dengan laporan warga masyarakat sekitar kandang ayam milik. Bambang Purnomo alamat Ds. Bantengan RT/RW 17/07 Kec. Wungu Kab. Madiun yang dianggap mengganggu lingkungan terkait dengan bau dari keberadaan kandang, bahwa rapat ini tidak untuk mematikan usaha milik Bambang Purnomo namun untuk mencari solusi sesuai dengan aturan.

                 Ditempat yang sama Danramil 0803/05 Wungu Lettu Arm Khoirudin menyampaian yang intinya diharapkan saling sinergi antara pemilik kandang ayam dengan lingkungan untuk mencari solusi yang terbaik sesuai kesepakatan dan aturan yang berlaku.

                 Sambutan pejabat Dinas Peternakan Kab. Madiun Bagus SY, juga menyampaian bahwa
    a.      Sesuai hasil dilapangan bahwa peternakan ini dekat dengan pemukiman, lokasi tidak tepat dengan Perda sehingga mohon menjadi pertimbangan untuk keberadaan peternakan tersebut.

    b.      Dengan memperhatikan surat keputusan direktur jenderal peternakan No. 774/KPTS/ DJP/Deptan/1982 tentang syarat-syarat tehnis perusahaan peternakan ayam petelur/ayam pedaging, sesuai pasal 1 (a,b) bahwa lokasi peternakan dimaksud bertentangan dengan ketertiban dan kepentingan umum dan sesuai pasal 1 (b) bahwa lokasi peternakan terletak dipusat kota dan pemukiman penduduk dengan jarak sekurang kurangnya 250 m, dan usaha peternakan ayam yang dimaksud tidak memiliki ijin yang sah, jadi usaha peternakan ayam tersebut agar ditutup.

           Kasun Ds. Bantengan A. Samsuri,juga menyampaikan
    a. Bahwa warga hanya meminta agar kandang ayam dipindahkan yang jauh dari lingkungan masyarakat karena kandang tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap.
    b. Bahwa tidak ada gejolak di lingkungan terkait dengan adanya permintaan kompensasi

             Pada kesempatan itu pula pemilik kandang ayam Bambang Purnomo, menyampaikan
    a. Bahwa usaha peternakan/kandang ayam tersebut  untuk menghidupi keluarga kami  tidak ada pekerjaan lain.

    b. Bahwa kami sudah pasrah apabila usaha tersebut ditutup sesuai dengan UU yg berlaku namun mohon dilihat bahwa usaha tsb membutuhkan modal yang banyak dan diharapkan agar dicarikan pekerjaan selain itu setelah kandang ayam ditutup.

    Rapat koordinasi kali ini dapat berjalan dengan lancer mengahasikan keputusan bahwa usaha kandang ayam milik Bambang Purnomo akan dilakukan penutupan pada hari Jum'at 3 Januari 2017 dikarenakan usaha kandang ayam tersebut ilegal/tidak ada perijinan, apabila perijinan kandang ayam tersebut sudah ada maka akan dibuka kembali.(pdw pen/agm)

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728