lifestyle,

Blusukan Ke Terminal Ngawi, Dirjen Hubdat Pilih Naik Bus

Februari 03, 2017 madiunkita 0 Comments

NGAWI (KR) - Sepak terjang salah satu pejabat penting dilingkup Kemeterian Perhubungan yang satu ini patut ditiru oleh pejabat lainya. Meski bisa memanfaatkan fasilitas dinas namun sebaliknya pilih apa adanya yang terpenting kerja melayani rakyat semaksimal mungkin. Kalimat itulah yang mungkin ada dibenak Pudji Hartanto Iskandar Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan.
Tanpa diduga sebelumnya sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (02/02), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Kertonegoro Ngawi, Jawa Timur, dengan cara terbilang merakyat cukup naik bus PATAS dari Terminal Tirtonadi Solo. Kontan saja kedatangan Pudji demikian panggilan akrabnya membuat kalang kabut petugas terminal maupun petugas kepolisian setempat.
Mengingat Pudji sendiri sesuai catatanya seorang purnawirawan Polri bintang dua berpangkat Irjen dan pernah menjabat Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) demikian juga pernah menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri tahun 2012-2014. Begitu turun dari Bus Eka, Pudji langsung menyambangi beberapa bagian pelayanan di Terminal Kertonegoro.
“Memang saya ini siapa, kalau naik bus lebih enak apalagi saya kan pelayan masyarakat harus lebih merakyat tentunya. Dan ke terminal sini (Terminal Kertonegoro-red) hanya kepengen lihat-lihat saja tentang pelayananya apakah sudah maksimal ataukan belum,” kata Pudji Hartanto Iskandar dengan gaya blak-blakan, Kamis (02/02).
Dia pun membenarkan sisi pelayanan terminal pasca peralihan manajemen dari daerah ke pemerintah pusat harus ‘ready’ dan maksimal dalam melayani penumpang. Sehingga tidak alasan lagi jika terminal type A ditarik ke pusat sesuai amanah Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah harus memenuhi standartnya.
Pudji sekali lagi mengingatkan memang Dirjen Hubdat dibawah kendalinya memiliki prinsip 4M yakni man, method, material, money. Artinya bahwa selama proses pengalihan personel, peralatan, pendanaan dan dokumen (P3D) baik terminal penumpang tipe A maupun UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor/Jembatan Timbang) harus memperhatikan prinsip 4 M tersebut.
Sementara itu Ali Imron Kepala Terminal Kertonegoro Ngawi meminta ke Dirjen Hubdat untuk memperhatikan fasilitas yang selama ini dianggap kurang. Terutama fasilitas penerangan atau listrik dan landasan bus yang masih jauh dari kata layak. Seperti fasilitas penerangan sendiri jelasnya, hampir 5 tahun belakangan ini jaringan listrik dibawah tanah yang berada disekitar terminal rusak.
“Kami siap on time artinya apabila penerangan lingkup terminal sini siap dan sesuai standartnya secara otomatis operasional di terminal bisa sampai malam. Kalau itu terjadi kami yakin akan berpengaruh pada taraf perekonomian warga masyarakat terminal sini belum mengingat bus antar daerah itu pasti kami masukan ke dalam,” ungkap Ali Imron.
Terkait sidak Dirjen Hubdat tersebut kata Ali, sangat dinilai sebagai langkah positif untuk memajukan pelayanan terminal. Sehingga akan terjadi kesinambungan antara personel terminal, penumpang dan terakhir armada bus. Selain itu pihaknya mengacungkan dua jempol bagi Pudji selaku Dirjen Hubdat atas kesederhanaan dalam bertugas.
“Soal sidak tadi awalnya tidak percaya kalau beliau naik bus patas dari Solo turun sini. Setelah kami tunggu ternyata benar, karakter pejabat macam ginian yang kami harapkan beliau sangat apa adanya dan merakyat sekali,” pungkas Ali Imron. :http://www.siagaindonesia.com/144117/blusukan-ke-terminal-ngawi-dirjen-hubdat-pilih-naik-bus.html.

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.