Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Berantas Penyakit Masyarakat, Polres Madiun Buka Call Center

    MADIUN  (KR) – Pemberantasan penyakit masyarakat seperti perjudian, miras dan prostitusi  makin giat dilakukan Polres Madiun. Tercatat dalam kurun waktu sebulan terakhir Polres Madiun telah mengungkap 8 kasus perjudian, 38 kasus Miras dan 2 kasus prostitusi.
    Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus P., S.I.K., M.Hum. mengatakan, dari 8 kasus perjudian selama Januari 2017 didominasi oleh perjudian jenis toto gelap (togel), untuk kasus Miras telah melakukan penindakan sebanyak 38 Kasus dengan Barang Bukti Miras sebanyak 380 liter arak jowo. Sedangkan untuk prostitusi telah dilakukan penindakan sebanyak 2 kasus.
    “Untuk menekan kasus perjudian dan kriminal lainnya, Polres Madiun akan gencar melakukan razia dan akan menindak tegas segala bentuk penyakit masyarakat yang meresahkan. Kepada masyarakat apabila mengetahui praktek perjudian, prostitusi ataupun penjualan miras dapat menghubungi Call Center kami dengan nomor 08155611110,” kata AKBP I Made Agus.Sementara itu, data kecelakaan lalu lintas selama bulan januari tercatat sebanyak 44 kejadian yaitu 2 korban meninggal dunia dan 68 korban luka ringan. Angka kecelakaan tersebut didominasi 65% korban kecelakaan adalah Remaja atau Siswa dibawah umur. Polres Madiun terus berupaya menekan angka kecelakaan dengan sering melakukan razia, pemasangan pos pantau di black spot area, pemasangan neon box peringatan daerah rawan kecelakaan di black spot, pemasangan baliho imbauan tertib berlalu lintas serta sosialisasi di sekolah-sekolah.
    Kapolres Madiun juga mengimbau kepada semua lapisan masyarakat, termasuk para orangtua siswa atau anak agar para orangtua tidak memperkenankan anak-anak di bawah umur berkendara ke sekolah.
    “Di samping mereka belum memiliki SIM dan usianya juga masih di bawah 17 tahun. Jadi, mereka tidak boleh naik motor. Peran serta orangtua dalam hal keselamatan berkendara sangatlah penting. dalam mendidik dan menyelamatkan masa depan buah hatinya,” imbaunya. :http://halopolisi.com/2017/02/03/berantas-penyakit-masyarakat-polres-madiun-buka-call-center/.
    INILAHCOM, Magetan - Hujan badai kembali mengguyur wilayah Magetan, tepatnya di cemoro sewu Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, yakni salah satu jalur pendakian gunung lawu.
    Otomatis bagi pendaki yang ingin mendaki Gunung Lawu melalui Cemoro Sewu tidak bisa. Karena jalur pendakian via cemoro sewu itu ditutup.
    "Kami mendapat informasi untuk pos satu atau pintu masuk ditutup bagi pendaki. Ini dikarenakan hujan badai yang mengguyur cemoro sewu," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra, Jumat (3/2/2017).
    Fery berharap dengan informasi ini, pendaki tidak nekat untuk naik ke Gunung Lawu. Dia menyarankan pendaki untuk lebih sabar menunggu.
    "Saran saya lebih baik menunggu saja. Kalau nekat ke atas atau mendaki ke gunung lawu, bisa terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.
    Fery mengaku tidak tahu sampai kapan jalur pendakian melalui cemoro sewu ditutup. Dia mengatakan bisa cepat atau lambat dibuka kembali. "Menunggu perkembanga cuaca," pungkasnya.
    - See more at: http://nasional.inilah.com/read/detail/2357294/hujan-badai-jalur-pendakian-gunung-lawu-ditutup#sthash.sTCUhVET.dpuf

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728