Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Petani Padi Di Ngawi Was-Was Terhadap Serangan Wereng

    NGAWI (KR) - Pada awal musim tanam tahun ini rupanya petani padi dibuat khawatir terhadap nasibnya. Tidak tanggung-tanggung serangan hama sejenis  wereng coklat, penggerek batang, xantomonas dan prycularia serang ratusan hektar tanaman padi yang masih berumur sekitar 1,5 bulan. Wabah serangan hama tanaman padi ini sedikitnya menyerang hampir menyeluruh ke 19 wilayah kecamatan di Ngawi.

    “Serangan wereng musim tanam kali ini memang menyeluruh semua wilayah kecamatan di Ngawi ini. Namun informasi yang kami terima masih spot-spot artinya disatu lahan tidak semua terkena meski demikian sudah kami instruksikan kepada tim pencegahan untuk turun lapangan,” terang Marsudi Kepala Dinas Pertanian Ngawi, Selasa (10/01).
    Untuk mengantisipasi penyebaran hama wereng maupun lainya, kata Marsudi, pihaknya mulai Rabu pekan lalu sudah mengerahkan beberapa orang petugas untuk terjun di sepuluh titik yang teridentifikasi terkena serangan hama khususnya wereng. Kegiatan tersebut terus berlanjut sampai sekarang ini sampai penyebaran hama wereng bisa dikendalikan.

    Tandasnya lagi, serangan hama wereng musim tanam kali ini memang dampak dari musim yang tidak menentu seperti hujan yang terus terusan maupun cuaca panas dengan kondisi berawan seperti sekarang ini membuat ledakan hama wereng. Dia menghimbau kepada petani, apabila areal tanaman padi miliknya ada gejala serangan hama wereng maupun penggerek batang secepatnya memberikan informasi kepada Dinas Pertanian atau kepada petugas penyuluh pertanian.

    “Untuk mengantisipasi gagal panen sangat kami harapkan kepada petani untuk mengikuti program asuransi usaha tani. Agar mereka para petani yang mengalami gagal panen misalkan bisa mendapatkan ganti rugi atau semacam klaim asuransi,” jelas Marsudi.
    Bebernya, istilah ganti rugi gagal panen hanya diberikan petani yang mengikuti program asuransi usaha tani

    dari PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo). Caranya dalam setiap satu hektar lahan membayar premi sebesar Rp 36 ribu per bulan dan bisa melakukan klaim asuransi apabila tingkat kerusakan tanaman diatas 75 persen.
    Sementara Hariyanto petani asal Desa Teguhan, Kecamatan Paron , mengaku sampai sekarang ini semenjak tanaman padi miliknya mulai terserang hama belum ada satupun pihak dari pemerintah melakukan sosialisasi ataupun pencegahan.

    “Kok belum lihat ada petugas dari dinas terkait yang melakukan sosialisasi pencegahan hama di wilayah sini apalagi penyemprotan massal,” terang Hariyanto.
    Sehinggga untuk menanggulangi serangan hama yang datangnya secara mendadak tersebut dirinya hanya memakai insektisida tertentu dengan berbekal pengalaman terbatas akan hama. Sebagai petani padi Hariyanto sendiri mengaku masih trauma dengan serangan hama wereng yang terjadi pada 2010 lalu.:http://www.siagaindonesia.com/142543/petani-padi-di-ngawi-was-was-terhadap-serangan-wereng.html.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728