Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Perbaikan Aspal Jalan Provinsi-Nasional di Madiun Terganjal Izin

    MADIUN (KR) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun telah berkirim surat ke Pemerintah provinsi Jawa Timur terkait sejumlah ruas jalan provinsi dan nasional di wilayah Kota Madiun yang mengalami kerusakan. Hanya saja, sampai saat ini surat yang dilayangkan pemkot belum mendapat balasan.
    Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi menyatakan, Pemkot berkeinginan memperbaiki jalan yang mengelupas, karena jalan provinsi maupun nasional tersebut berada dalam kota dan menjadi fasilitas masyarakat.
    Menurut Sekda, jika pemerintah provinsi mengalami kesulitan anggaran, Pemkot siap menganggarkan. Sekda mengaku sudah melakukan penambalan jalan yang berlubang, meski belum mendapat izin resmi dari pemerintah provinsi.
    “Untuk mengaspal keseluruhan itu ya kita tetap izin provinsi, karena bukan jalan kita. Uang APBD kita yang akan dilimpahkan ke provinsi, kita harus izin. Kalau tidak diizinkan nanti pertanggungjawabannya yang susah. Kami sudah kirim surat, mudah-mudahan segera dibalas. Kalau itu boleh dan diizinkan, berarti kan ada dasar hukumnya, ya kita aspal dan itu bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Sekda kepada wartawan, Senin (16/1/2017).
    Jalan nasional yang ada di wilayah Kota Madiun seperti jalan S Parman, Thamrin, MT Haryono, Pahlawan, Yos Sudarso, DI Panjaitan, Trunojoyo, Mayjen Sungkono, Urip Sumoharjo dan jalan Raya Madiun-Ponorogo (Demangan sampai Jembatan Catur).
    Sementara itu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun ini mengklaim, tingkat kerusakan jalan di Kota Madiun tidak lebih dari 7 persen. Untuk itu, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU dan TR) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp.60 milyar untuk perbaikan aspal maupun trotoar dan fasilitas pendukung lainnya.
    Dijelaskan, tahun ini anggaran yang disiapkan Pemkot Madiun untuk perbaikan aspal, sekitar Rp 60 Milyar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki jalan aspal sepanjang 26 km dan trotoar sepanjang 1,2 km. Sedangkan tahun 2016 lalu, anggaran yang digelontorkan Pemkot Madiun jauh lebih besar, sekitar Rp 85 Milyar untuk pengaspalan jalan sepanjang 35 km dan pelebaran jalan dan trotoar sepanjang 1,8 km.
    Tingginya anggaran perbaikan aspal jalan di Tahun 2016 lalu, karena tingkat kerusakan jalan mencapai 9,7 persen, dari total panjang jalan di wilayah Kota Madiun yang mencapai 41.9139 km. :http://gunungsitoli.rri.co.id/post/berita/349481/daerah/perbaikan_aspal_jalan_provinsinasional_di_madiun_terganjal_izin.html.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728