lifestyle,

Bantuan Bibit Tanaman Keras dari BLH Kabupaten Magetan Terkesan Asal – Asalan

Januari 03, 2017 madiunkita 0 Comments

MAGETAN (KR) - Koordinator Infestigasi LSM Walidasa wilayah Kabupaten Magetan Mulyadi  mengatakan, hasil infestigasi kinerja tenaga pemberi Bantuan Bibit Tanaman Keras penahan sumber air seperti Beringin, LO, Gayam, Duwet, Nangka, Bulu dan Pucung dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) di daerah Kecamatan Lembeyan : Desa Tapen 455 bibit dan Desa Krowe 455 bibit, Kecamatan Ngariboyo : Desa Banyudono 665 bibit, Kecamatan Panekan : Desa Jabung 455 bibit, Kecamatan Plaosan : Desa Dadi 455 bibit, Kecamatan Sidorejo : Desa Sidomulyo 455 bibit, Desa Sumber Sawit 455 bibit, Desa Getasanyar 455 bibit total semua  3.850 bibit itu masih sangat mengecewakan, karena selama ini pemberian bantuan dinilai asal-asalan.

"Dari hasil Infestigasi  Elektronik pengadaan Bibit tersebut dari Dana Alokasi Khusus tapi di Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun 2016 tidak muncul dan hasil Infestigasi di 5 Kecamatan untuk 8 Desa yang kami lakukan selama ini, menunjukkan bahwa Kontraktor yang ditunjuk  untuk mengadakan bibit tanaman di samping masih rendahnya pengalaman dalam pengadaan bibit tanaman juga saat mengantar ke desa yang diberi bantuan waktunya sore hari tidak ada petugas atau pamong desa yang menerima, bibit diletakkan di halaman balai desa seperti barang tak bertuan,”terang Mulyadi yang akrab dipanggil Jenggot

Padahal, sambung Jenggot, peran pemborong atau pengadaan barang dan jasa tenaga seharusnya bibit yang diadakan sudah siap tanam karena kalau menurut kontraknya tinggi sekitar 1,5 samapai dengan 2 meter namun kenyataan barang yang ada ada yang tingginya tidak sampai satu meter dan lucunya untuk bibit tanaman LO hanya batang pohon LO yang dipotong sebelah rantingnya lalu di kasih tanah sepertinya hasil cangkokan.
Hariyanto warga masyarakat Getasanyar saat di mintai keterangan Miarindo.com mengatakan saat bantuan bibit tanaman datangnya sekitar pukul 18.00 Wib dan barang tersebut hanya ditaruh di depan balaidesa itupun tanpa minta tanda terima dari perangkat desa dan jumlahnya berapa kami  tidak tahu, Senin (2/1/2017).
“Sejak bantuan itu ditaruh di depan balai desa kurang lebih ada tiga minggu ini bibit tersebut masih ada di depan balai desa tidak langsung ditanam karena kami tidak tahu maksudnya mengenai bantuan ini karena tidak ada penyuluhan dari BLH,” ucap Hariyanto. :http://www.mearindo.com/2017/01/bantuan-bibit-tanaman-keras-dari-blh.html.

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.