lifestyle,

Balai Penyuluh Terus Giatkan Penggunaan Pupuk Organik di Ponorogo

Januari 05, 2017 madiunkita 0 Comments


PONOROGO (KR)  — Balai Penyuluhan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo melakukan pertemuan dengan kelompok Tani Ngudimulyo, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak guna membahas kelanjutan dari program pembuatan pupuk organik mandiri, Rabu (4/1/2017). Sebanyak 45 orang terlihat secara bersama-sama turun ke lahan padi miliknya dan mulai menyemprotkan pupuk organik.

Penyuluh pertanian, Suprianto menjelaskan, program ini sudah berjalan sejak lima tahun lalu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan petani dalam menggunakan pupuk kimia.
“Untungnya para petani sangat antusias mengikuti program kawasan organik ini, terbukti para anggota aktif mengikuti setiap pertemuan yang kami lakukan,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi.
Menurutnya, kesadaran para petani saat menggunakan pupuk kimia secara berlebihan ke lahan yang dapat mengakibatkan lahan menjadi keras dan ketergantungan pupuk kimia sehingga menambah biaya produksi, ini lah yang menjadi alasan para petani mau mengikuti program kawasan organik.
“Kami hanya memberikan arahan dan bakteri starter untuk membuat pupuk organik, tapi bahannya dari masing-masing petani,” ujarnya.
Program ini merupakan arahan dari Bupati Ponorogo, Kepala Desa dan para petani yang dapat mengambil keuntungan dari kawasan organik. Mulai dari biaya produksi yang lebih terjangkau karena pupuknya dibuat mandiri sekaligus hasil panen dari tanamannya lebih sehat.
“Sementara pupuk organik yang dibuat oleh para petani untuk tanaman padi saja, namun karena diaplikasikan ke tanah dan di lahan padi, saat tanamannya diganti kedelai ataupun jagung juga bisa,” cakapnya.

Suprianto menambahkan program yang sudah berjalan sejak lima tahun terakhir ini membawa dampak positif bagi para petani, selain mengembalikan unsur organik ke dalam tanah juga memudahkan petani agar biaya produksi bisa lebih murah.
“Harapannya dengan modal awal yang murah mampu menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat kedepannya,” pungkasnya. Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Ngudimulyo, Edi Prayitno menjelaskan, sebanyak 45 orang anggota kelompok taninya secara swadaya membuat pupuk organik dengan arahan dan bantuan dari Balai Penyuluhan Kecamatan Mlarak.
“Kami dapat bakteri starter dari Balai, tapi bahannya petani yang menyediakan,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi, Rabu (4/1/2017).
Menurut Edi, bahan pembuatan pupuk organik mudah didapatkan. Ia pun dengan gamblang menerangkan proses pembuatan pupuk organik. Pertama bahan yang disediakan tiga buah rebung dan satu buah bonggol pisang yang dihaluskan. Kedua siapkan urin sapi sebanyak 10 liter, air leri 10 liter dan tetes 1 liter.
Ketiga, campurkan semua bahan dengan bakteri starter. Keempat, taruh kedalam satu wadah dan ditanam didalam lahan, jangan lupa beri saluran udara agar tidak ada organisme yang masuk kedalam pupuk.
“Tunggu selama satu bulan, dan siap diaplikasikan,” ujarnya.
Edi melanjutkan dari semua bahan tersebut didapatkan 40 liter pupuk organik cair. Dan bisa langsung dibagikan ke anggota kelompok tani di desanya. Pengaplikasian pun mudah hanya dengan 200 Ml pupuk cair dicampur air cukup untuk satu tangki semprot.
“Selain biayanya lebih murah, hasil produksi padi jenis Ciherang yang kami tanam lebih sehat karena ada pupuk organik,” cakapnya.
Pupuk organik ini, Edi menuturkan lebih baik diaplikasikan saat pagi hari. Karena waktu yang paling cocok hanya pagi hari. Jika dipaksakan diaplikasikan saat siang hari, mikroorganisme yang ada di dalamnya tidak bisa berkembang dengan baik dan tidak bisa diserap oleh tanaman secara maksimal.
“Pengaplikasiannya yang paling baik tujuh hingga 10 hari sekali, tapi jangan terlalu banyak,” pungkasnya. :http://cdp.khoirilanwar.com/2017/01/04/balai-penyuluh-terus-giatkan-penggunaan-pupuk-organik-di-ponorogo/.

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.