Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Wawali Madiun minta Masyarakat Cerdas Menangkap Informasi

    MADIUN (KR) - Wawakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto meminta masyarakat cerdas menangkap segala bentuk informasi. Hal ini agar masyarakat tidak terjerumus terhadap informasi yang tidak bertanggungjawab (berita hoax) yang akhir-akhir ini marak.
    Demikian antara lain disampaikan Wawali, Sugeng Rismiyanto, usai menghadiri Forum Koordinasi Kehumasan, yang diselenggarakan Bagian Humas dan Protokol Pemkot Madiun, di wisma haji, Selasa (13/12/2016). Wawali menyatakan, dengan sosialisasi tersebut, masyarakat dihimbau lebih cerdas menangkap informasi, dari sumber yang bertanggungjawab, sehingga tidak hanya mengakses, tetapi juga mencermati dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang disajikan media.
    Orang nomor dua di Kota Madiun ini menjelaskan, sosialisasi kali ini juga sebagai salah satu upaya pemerintah kota membentengi dan memfilter suatu informasi. Selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana kaidah agama, hukum, nilai kesopanan hingga tata cara berkomunikasi dan menggunakan Information and Thecnology (IT), agar masyarakat tidak terjebak.
    “Masyarakat harus cerdas, mana yang harus diakses, mana juga yang bisa kita manfaatkan. Tidak asal membuka, yang pada akhirnya merugikan diri sendiri dan orang lain.  Intinya dalam menggunakan elektronik, jangan sampai mereka terjebak. Bisa saja dari luar itu dia mengunggah di media sosial, yang itu bisa membahayakan masyarakat” ungkap Wawali kepada Radio Republik Indonesia, Selasa (13/12/2016).
    Sementara itu, Pakar Komunikasi dari Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo menyatakan, konsep kebebasan informasi sama halnya dengan “Freedom is not Free”. Artinya tidak ada kebebasan yang mutlak, sehingga ada konsekuensi dalam kebebasan tersebut. Menurutnya, kebebasan bukan berarti blak-blakan atau vulgar, tetapi juga ada batasan-batasan atau pengecualian dalam beberapa hal.
    “Hak itu pasti bersejajar dengan kewajiban. Ketika ada hak kebebasan, maka harus ada kewajiban untuk mempertanggungjawabkan terhadap apa yang dia berikan hak bebasnya itu. Ketika wartawan pun misalnya dia bebas memberitakan, maka dia juga terikat dengan UU Pers No. 40/1999, maka harus ada hak jawab ketika itu salah, tandasnya.:http://rri.co.id/madiun/post/berita/337801/daerah/wawali_madiun_minta_masyarakat_cerdas_menangkap_informasi.html.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728