Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Longsor Terus Terjadi, Ratusan Warga Ponorogo Pilih Bertahan di Tenda Pengungsian

    PONOROGO (KR)  – Sebanyak 117 jiwa dari 30 keluarga di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) masih menempati tenda pengungsian setelah bencana tanah longsor terjadi di desa mereka sekira tiga minggu lalu.
    Ada empat tenda pengungsian dari pemerintah yang telah didirikan di halaman Balai Desa Talun. Tenda tersebut dipasang untuk memfasilitasi warga desa yang hendak mengungsi saat terjadi bencana alam tanah longsor. Satu tenda itu bisa digunakan untuk 10 orang dewasa dan beberapa anak-anak untuk tempat istirahat.

    Selain memasang tenda, pemerintah juga menyediakan tempat istirahat bagi warga di kantor desa dan rumah Kepala Desa Talun serta beberapa rumah warga yang aman.
    Sekretaris Desa Talun, Suparman mengatakan, sudah hampir tiga pekan tinggal di tenda pengungsian yang disediakan pemerintah. Dia menyampaikan, ada 117 jiwa dari 30 keluarga yang mengungsi karena adanya bencana tanah longsor ini.
    “Yang masih mengungsi yaitu warga di RT 005/RW 001, RT 006/RW 001, dan beberapa RT lainnya,” kata dia, seperti dikutip dari Madiunpos.com, Kamis (8/12/2016).
    Suparman menyebutkan, saat ini persediaan logistik seperti beras, gula, mi instan, sayuran, selimut, tikar masih tersedia dan tercukupi.
    Warga yang datang ke tenda untuk mengungsi itu hanya pada saat malam saja, sedangkan pada pagi hingga sore hari mereka kembali ke rumah masing-masing untuk beraktivitas seperti biasa. Warga hanya datang saat malam karena takut ketika tiba-tiba pada malam hari longsor susulan kembali terjadi.
    Dia mengatakan, ada beberapa rumah warga yang memang lokasinya berdekatan dengan titik longsoran. “Seperti di rumahnya Dirun di RT 006/RW 001, itu rumahnya hanya berjarak 150 meter dari titik longsoran,” ujar dia.
    Seorang warga yang mengungsi, Suji (70) mengatakan, sangat takut saat berada di rumah, terutama saat hujan mengguyur. Dia memilih di tenda pengungsian atau tidur di rumah tetangga yang dianggap lebih aman saat malam hari.
    “Terkadang di tenda pengungsian, terkadang di rumah tetangga. Yang penting cari tempat yang aman dan jauh dari titik longsor,” ujar Suji.:http://news.okezone.com/read/2016/12/08/519/1561655/longsor-terus-terjadi-ratusan-warga-ponorogo-pilih-bertahan-di-tenda-pengung.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728