Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Longsor Ancam Ketenangan Warga Desa Sriti Ponorogo

    PONOROGO (KR)  - Dalam beberapa bulan ini Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur dirundung berbagai musibah bencana alam. Bahkan tercatat sekitar 700 kali bencana alam hingga kemarin terjadi di Kota Reyog.
    Mulai banjir, angin puting beliung, tanah longsor dan tanah gerak secara sporadis menyerang dihampir semua wilayah yang tersebar di 21 Kecamatan tersebut.
    Parahnya lagi dari sekian peristiwa bencana alam itu, orang nomor satu di Pemkab Ponorogo yaitu Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengaku jarang mendatangi lokasi bencana alam.
    Saat jumpa pers beberapa waktu, Ipong mengaku sudah memerintahkan pihak terkait berkoordinasi terkait bencana alam di Ponorogo. "Walaupun saya tidak datang, pak Wabup sudah sering Kok mendatangi langsung korban bencana alam di Ponorogo," aku Ipong.
    Sementara itu ancaman tanah longsor dan tanah gerak juga menghantui warga Desa Sriti, Kecamatan Sawoo, Ponorogo. Menurut Kepala Desa Sriti, Katmanto, pihaknya sudah melaporkan secara tertulis kejadian bencana tanah longsor yang terjadi.
    Katmanto berharap kepada masyarakatnya untuk selalu waspada terhadap kemungkinan bencana susulan. "Mudah-mudahan bencana alam tidak terjadi lagi di wilayah kami," harap Katmanto, Senin (12/12/2016).
    Adapun korban bencana alam tanah longsor di Desa Sriti adalah Suyadi warga RT. 04, RW. 01 Dukuh Dasri. Kemudian Bejo warga RT. 02, RW. 02, Dukuh Tarap. Selain itu juga menimpa Satiran, warga RT. 02, RW. 03, Dukuh Tarap.
    Bencana juga menimpa keluarga Kimin, Tukirin, Sentot serta Soikem warga RT. 01, RW. 01, Dukuh Tarap. Selain itu juga menimpa Suparto, warga RT. 02, RW. 01, Dukuh  Tarap. Warga RT.  02, RW. 02, Dukuh Ngemplak, yaitu Jaman juga diterjang longsor. Korban terakhir adalah Nyaman warga Dukuh Tawang.http://metroterkini.com/berita-29945-longsor-ancam-ketenangan-warga-desa-sriti-ponorogo.html.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728