sponsor

sponsor

news

madiun

ngawi

Life & style

magetan

lifestyle

Pariwisata

» » » » Lambat Tangani Bencana di Ponorogo, Bupati Alasan Dana Cekak

PONOROGO (KR) - Bencana yang terus menerpa Ponorogo tak ditanggapi cekatan oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Bahkan seolah tutup mata dan tidak mau tahu.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, membela diri terhadap kelambatan penanganan bencana di bumi reog. "Dana kita sedikit. Jangan dianggap banyak," katanya singkat.

Politisi Gerindra ini membeberkan dana yang disediakan dari Pemkab Ponorogo dalam setahun hanya Rp 5 M. Dari Provinsi ada Rp 3 M dan terakhir dari pusat Rp 1 M.

Dengan dana total Rp 9 M, lanjut dia, sangat tidak cukup. "Ini sudah akhir tahun. Dana habis. Mau gimana lagi," tambahnya.

Namun demikian, Ipong mengatakan tetap membantu. Walaupun tidak maksimal.

Dia pun membela diri, untuk kasus tanah retak di Desa Tugirejo, Kecamatan Slahung bukan tidak mau merelokasi warga. Menurut dia relokasi adalah bagian dari solusi.

"Relokasi itu cuma bagian solusi. Kalau warga berkenan ya kita relokasi. Taoi juga memikirkan tanahnya dimana. Tidak mudah," alasannya.

Tapi Ipong mengklaim sudah membantu semaksimal mungkin melalui BPBD Ponorogo. "Sudah saya bantu," katanya singkat.

Untuk sekedar diketahui, Selama bulan Oktober dan November di Ponorogo bencana seolah tak henti-hentinya. Data yang dihimpun beritajatim.comdari peta bencana yang dibuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo bencana yang sering menimpa kota Reyog yakni bencana longsor dan banjir.:http://beritajatim.com/politik_pemerintahan/284001/lambat_tangani_bencana_di_ponorogo,_bupati__alasan_dana_cekak.html.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply