Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kepala BKSDA Ingin Ponorogo Sukses Kembang Biakkan Burung Merak

    PONOROGO (KR) - Ponorogo yang merupakan tempat asal kesenian budaya Reog tentu sudah tidak asing lagi. Reog yang identik dengan bulu dadak merak dan kepala singa ini menjadi salah satu kesenian budaya yang tetap dijaga hingga kini. Namun, sayangnya, bulu merak yang digunakan untuk dadak merak bukanlah berasal dari Indonesia melainkan impor dari India.


    Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Ayu Dewi Utari, menjelaskan, pihaknya ingin segera mensukseskan pengembangbiakan burung merak di Ponorogo.

    “Sebenarnya yang dipakai dadak merak kan bulu merak hijau, kan itu asli Indonesia. Tapi, sekarang malah menggunakan bulu merak biru dan itu impor dari India, ini kan mengenaskan,” jelasnya kepada Cendana News saat ditemui di Cagar Alam Gunung Picis, Kamis (15/12/2016).

    BKSDA Jatim pun berinisiatif memberikan hibah sepasang burung merak dan melihat hasilnya, berhasil atau tidak untuk dikembangkan selanjutnya, tentunya dengan pengawasan khusus. Menurutnya, jika pengembangbiakan ini berhasil bisa mengembalikan bahan baku pembuatan reog benar-benar dari Ponorogo.

    Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, membenarkan apa yang sudah disampaikan Ayu. Karena reog susah masuk ke dalam warisan budaya UNESCO akibat bahan baku pembuatan reog berasal dari India.

    “Kalau ini bisa dikembangbiakkan dengan baik di Ponorogo tentunya mempermudah reog masuk menjadi salah satu warisan budaya UNESCO,” cakapnya.

    Sebenarnya, lanjut Ipong, Bupati Ponorogo sebelumnya, Markum Singodimedjo, sudah pernah berusaha mengembangbiakkan burung merak sekitar 15 tahun lalu dan menghabiskan APBD Rp 2 miliar namun belum berhasil.

    “Tapi, pengembangbiakannya dilakukan di luar Ponorogo, entah alasannya kenapa. Namun, setahu saya, merak tidak suka di tempat yang ramai. Di pringgitan (rumah dinas bupati -Redaksi) saja ada 5 ekor merak tapi belum berkembang biak. Kami bingung bagaimana caranya supaya berkembang biak,” paparnya.

    Ipong optimis dengan pengawasan dari BKSDA dan Pondok Pesantren Al Iman asuhan KH Bajuri yang berhasil mengembangbiakkan merak, mampu menularkan ilmu dan membawa Pemkab Ponorogo menuju pengembangbiakan merak dengan baik nantinya.

    “Saya ingin mengalokasikan dana APBD 2017 untuk pengembangbiakan merak, tapi belum tahu berapa jumlahnya dan bagusnya dimana. Tapi, ada rencana ke sana. Supaya reog segera masuk warisan budaya UNESCO juga untuk menjaga kelestarian satwa merak nantinya,” pungkasnya. :http://www.cendananews.com/2016/12/kepala-bksda-ingin-ponorogo-sukses.html.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728