sponsor

sponsor

news

madiun

ngawi

Life & style

magetan

lifestyle

Pariwisata

» » » » Kampanyekan Anti HIV/AIDS, Dinkes Ngawi Bagi-Bagi Bunga

NGAWI (KR) - Memperingati hari AIDS se dunia yang jatuh setiap 1 Desember, belasan pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi, Jawa Timur, bersama aktivis membagikan bunga dan selebaran ke setiap pengguna jalan di perempatan Kartonyono Ngawi. Sekaligus membentangkan spanduk bertuliskan ‘Cegah HIV AIDS Dan IMS’, Kamis (01/12).
Pembagian ratusan bunga berbahan kertas tersebut sebagai upaya mengingatkan kembali kepada warga tentang bahaya HIV/AIDS yang menyerang sistim kekebalan tubuh ini. Jaswadi Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Ngawi mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini tidak lain untuk mengkampanyekan gerakan penanggulangan penyakit HIV/AIDS.
Sekaligus mencegah upaya diskriminasi yang dilakukan masyarakat terhadap penderita HIV maupun AIDS itu sendiri. Bahwasanya penderita penyakit mematikan itu harus mendapat perlakuan yang wajar ditengah masyarakat. Sebab cara penularanya pun tidak semudah yang dibayangkan sejumlah pihak. Sedangkan tujuan berikutnya untuk mencegah berkembangnya HIV/AIDS diwilayah Ngawi.
“Kampanye HIV dan AIDS yang dilakukan hari ini untuk mengingatkan kembali kepada warga jangan sampai terjadi diskriminasi terhadap para penderita penyakit yang satu ini. Mengapa demikian, penyakit ini hanya bisa menular hanya melalui cairan dan darah selain itu tidak bisa maka itu harus dipahami,” kata Jaswadi.
Terkait dengan jumlah total penderita HIV/AIDS di seluruh wilayah Ngawi sampai menjelang akhir tahun 2016 ini ungkapnya memang sangat memprihatinkan. Sesuai datanya tidak kurang 358 orang pengindap tetapi mayoritasnya masih tergolong HIV belum sampai pada level AIDS. Dan mayoritas penderita atau 90 persen diantaranya sudah berkeluarga namun angkanya mengalami kecenderungan naik.
Dari jumlah totalnya para pengindap itu tambah Jaswadi, 226 orang diantaranya masih hidup sedangkan 132 penderita dinyatakan meninggal. Diakui dia, angka penularan HIV/AIDS di Ngawi dari tahun ke tahun terus menunjukan kenaikan. Terbukti dalam tahun 2015 ditemukan dan terdeteksi ada 65 orang terkena HIV setahun kemudian terhitung sampai September 2016 naik menjadi 80 orang.
Untuk mencegah sekaligus mendeteksi dini tertularnya HIV/AIDS melalui Dinkes Ngawi sampai tahun 2016 ini sudah mendirikan tiga lokasi klinik VCT (Voluntary Counseling and Test (VCT). Tiga klinik yang dimaksudkan tersebut berada di RSUD dr Soeroto Ngawi, Puskesmas Ngawi Kota dan terakhir baru diresmikan Bupati Ngawi Budi Sulistyono berada di Puskesmas Jogorogo.
“Adanya VCT itu ternyata banyak sekali ditemukan para penderita HIV artinya belum sampai ke tingkat AIDS dan itu sebenarnya yang diharapkan. Karena jika ditemukan sejak dini maka penyakit itu tidak sampai ke AIDS dan itu masih bisa diberikan pengobatan rutin,” terang Jaswadi.
Untuk lokasi yang kerap menjadi titik penularan HIV/AIDS, Jaswadi mengingatkan rentan terjadi dilokasi warung remang-remang atau lokasi sex. Dan keberadaa lokasi sex tersebar di tiga wilayah kecamatan antara lain di Karangjati, Mantingan dan Jogorogo.
“Kalau lokalisasi di Ngawi ini tidak ada namun adanya lokasi sex yang patut diwaspadai. Karena setiap kali kita ke lokasi tersebut selalu ditemukan penderita HIV tetapi tidak perlu disebutkan lokasi kecamatanya,” pungkasnya.:http://www.siagaindonesia.com/139871/kampanyekan-anti-hivaids-dinkes-ngawi-bagi-bagi-bunga.html.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply