Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Harga Cabai di Madiun Masih Tinggi

    MADIUN (KR)  - Harga cabai di sejumlah Pasar tradisional di Kota Madiun hingga saat ini masih cukup tinggi. Hal itu disebabkan karena stok di pasaran yang tidak mengimbangi permintaan. Terpantau, harga cabai jenis rawit, merah, dan keriting, berkisar antara Rp 45.000 - Rp 50.000 per kilogram.
    Tingginya harga cabai disebabkan pasokan dari sentra produksi yang minim akibat gagal panen. Hal itu membuat stok di pasar sedikit, padahal permintaan tetap. Selain itu, kondisi stabil tingginya harga cabai dimungkinkan juga dipengaruhi momentum menjelang hari raya Natal dan tahun baru. "Pasokan menipis karena banyak yang gagal panen," kata Dwi, salah satu pedagang di Pasar Tradisional Kota Madiun, Selasa (13/12).

    Di Pasar tradisional Kabupaten Madiun, harga sayuran juga mengalami kenaikan. "Harga kubis kemarin sempat mencapai Rp 11.000 per kilogram. Sekarang masih belum stabil, berkisar antara Rp 9.000 sampai Rp 11.000 per kilogram. Kalau cabai, terpantau stabil tinggi di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kilogram," ujar Sulastri, pedagang sayuran di Pasar Sambirejo, Kecamatan Jiwan.

    Sementara, harga kentang bervariasi antara Rp 10.000 - Rp 12.000 per kilogram, tomat dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram, wortel dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000 per kilogram, dan buncis naik dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.000 per kilogram.

    Menurut dia, tingginya harga sejumlah sayuran tersebut disebabkan karena petani di sentra produksi, seperti di daerah Plaosan Magetan, mengalami gagal panen. "Petani mengaku gagal panen karena tanaman sayurnya banyak yang rusak setelah terkena hujan terus-menerus. Kondisi tersebut membuat hasil panen menurun drastis yang berimbas pada pasokan di pasar," kata dia.

    Plt Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto mengatakan, tingginya harga cabai dan sejumlah komoditas bumbu dan sayur lainnya disebabkan karena Kota Madiun bukan daerah penghasil. "Selain itu, curah hujan tinggi imbas dari kemarau basah juga ikut berpengaruh terhadap hasil panenan para petani," kata Sugeng Rismiyanto.

    Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan kepala daerah penghasil komoditas cabai dan bumbu dapur seperti bawang merah agar stok dari daerah tetangga lancar terdistribusi ke Kota Madiun. "Meski tidak dipungkiri, ada juga yang tidak dapat dikirim karena stok tidak ada," tandasnya.:http://www.skhmemorandum.com/daerah/madiun-raya/item/8621-harga-cabai-di-madiun-masih-tinggi.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728