Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Bawang Merah dan Cabai Rawit Picu Inflasi di Madiun

    MADIUN (KR) -  Inflasi Kota Madiun, bulan November 2016, menduduki urutan ketiga dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jawa Timur, sebesar 0,51 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 122,19. Inflasi Kota Madiun, melampaui Jawa Timur yang hanya 0,33 persen dan Nasional 0,47 persen. Di Kota Madiun, sejumlah komoditas penyumbang inflasi, diantaranya harga bawang merah, cabai rawit, tarif pulsa ponsel dan tarif Rumah Sakit.
    Demikian antara lain disampaikan Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, usai menghadiri rapat koordinasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), di ruang 13 Balaikota Madiun, Rabu (7/12/2016). Wawali menyatakan, tingginya harga bawang merah di pasaran yang menembus angka Rp 35 ribu per kilogram dan cabai rawit sekitar Rp 60 ribu per kg, salah satunya karena Kota Madiun bukan daerah penghasil.
    "Kami sampaikan ke masyarakat untuk menanam cabai, jika harga dipasaran masih diprediksi bulan ini tetap tinggi. Kami juga koordinasikan dengan daerah lain baik kepala daerahnya maupun kepala dinasnya, jika harga cabai murah, kami sampaikan ke pedagang, bahwa disana stoknya ada," ungkap Wawali, Rabu (7/12/2016).
    Sementara itu, Deputi Wakil Kepala Bank Indonesia (BI) Kediri, Gatot Kurniawan menyatakan, inflasi di Kota Madiun disebabkan berbagai faktor, diantaranya musim kemarau basah, sehingga harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Disisi lain, pembangunan yang meningkat di Kota Madiun, juga memiliki andil penyumbang inflasi.
    "Banyak hotel-hotel berdiri kan, la itu juga mempengaruhi upah buruh dan harga material bangunan," katanya.
    Sesuai data perkembangan IHK maupun Inflasi bulan November 2016, sejumlah komoditas mengalami kenaikan, meliputi bahan makanan 1,85 pesen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi 0,34 persen, sandang sebesar 0,13 persen, kesehatan sekitar 0,76 persen, transportasi, komunikasi dan keuangan sebesar 0,50 persen. Sementara perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, mengalami deflasi sekitar 0,16 persen, serta pendidikan, rekreasi dan olahraga sekitar 0,01 persen.
    Dari delapan kota penghitung inflasi di  Jawa Timur, Sumenep menduduki peringkat pertama dengan inflasi 0,53 persen, Kediri 0,53 persen, Madiun 0,51 persen, Probolinggo sebesar 0,47 persen. Selanjutnya Kota Malang mengalami inflasi 0,45 persen, Jember 0,31 persen, Surabaya 0,26 persen dan Inflasi Banyuwangi sebesar 0,25 persen.:http://rri.co.id/madiun/post/berita/335682/ekonomi/bawang_merah_dan_cabai_rawit_picu_inflasi_di_madiun.html.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728