lifestyle,

Sosialisasi Pendampingan Pada Dinas Pertanian

November 08, 2016 madiunkita 0 Comments

PONOROGO (KR) – Upaya khusus pemerintah untuk mencapai swasembada tidaklah mudah sehingga perlu adanya pendampingan. Untuk mendapatkan pendampingan yang maksimal maka Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan Sosialisasi Pendampingan oleh Kodim, Kejaksaan dan Kepolisian dalam perencanaan serta pelaksanaan kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo tahun 2017 yang di gelar di Aula Balai Pembenihan Ikan Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo Desa Sedah Kecamatan Jenangan Ponorogo. Senin(7/11/16).
Hadir pada sosialisasi pendampingan Kadistan Kabupaten Ponorogo Ir. Harmanto, M.MA, Pasi Inteldim 0802/Ponorogo Kapten Arm Sutami Pena mewakili Dandim 0802/Ponorogo, Kasat Binmas Polres Ponorogo AKP Tulus Hariadi, Kasi Intel Kajari Ponorogo  Iwan, SH, Staf ketahanan pangan Distan Kabupaten Ponorogo, Para Danramil jajaran Kodim 0802/Ponorogo, Ka UPTD Pertanian se Kabupaten Ponorogo, Ka BPK se Kabupaten Ponorogo, Wanda dari Produsen Pupun, Benih dan Obat CV. Agung Sritani Ponorogo, Iryanto dari produsen Pupuk, Benih dan Obat CV. Gumelar Ponorogo.
Kadistan Ponorogo Ir. Harmanto, M.MA menyampaikan program ketahanan pangan Distan Ponorogo sehingga pada tahun 2016 Ponorogo surplus hasil pertanian lebih dari 400 ribu Ton Gabah  sebagai acuan untuk program tahun 2017 agar lebih baik.
Pada tahun 2016 Ponorogo dapat memproduksi Padi sebesar kurang lebih 600 ribu Ton dengan kebutuhan pangan masyarakat Ponorogo hanya sekitar kurag lebih 200 ribu Ton sehingga surplus  kurang lebih 400 ribu Ton/Tahun.
Untuk program Luas Tambah Tanam Ponorogo juga mengalami kenaikan seiring datangnya musim hujan dari 6 ribu Ha naik menjadi 7,3 ribu Ha dari luas tanah di Kabupaten Ponorogo 34.810 Ha. Dari hasil yang menggembirakan tersebut masih ditemukan kendala dilapangan diantaranya masih ada ketakutan para petugas lapangan dalam melaksanakan program-program dinas Pertanian masih adanya perbedaan harga benih di wilayah, serta sarana dan prasarana yang masih ada tumpang tindih dalam pelaksanaan dilapangan, kata Kadistan.
Ir. Harmanto, M.MA mengingatkan kepada para pelaksana pertanian dilapangan jangan sekali kali melakukan mark up dan laporan fiktif pada pelaksanaan program karena apabila terjadi pasti ketahuan dan akan diproses hukum, tegasnya.
Sedangkan Dandim 0802/Ponorogo yang diwakili oleh Kapten Arm Sutami Pena mengatakan Kodim 0802/Ponorogo turut bangga dengan hasil pertanian yang naik siknifikan sehingga tahun 2016 Ponorogo surplus disemua program pertanian kususnya Pajale untuk Padi kita surplus kurang lebih 400 ribu Ton dari 600 ribu Ton hasil Padi dengan kebutuhan pangan Ponorogo sekitar kurang lebih 200 ribu Ton/Tahun.
Untuk para UPTD, BPK Pertanian serta para Danramil jajaran Kodim 0802/Ponorogo bahwa Kodim 0802/Pomorogo telah mendapat bantuan Alsintan dari Menteri Pertanian, agar dimanfaatkan penggunaannya untuk membantu para petani demi mendukung program ketahanan pangan sehingga kita dapat Swasembada pangan, harap Dandim

Untuk posisinya Alsintan tersebut telah kami distribusikan ke jajaran Ramil sesuai wilayah dan kebutuhan guna menghadapi musim tanam tahun 2017 mendatang Kodim 0802/Ponorogo siap All Out untuk mengawal dan pendampingan bagi para Petugas lapangan agar program-program pertanian dapat dirasakan langsung oleh para petani baik Pupuk, Obat maupun bibit pertanian, pungkasnya.:http://www.limadetik.com/2016/11/08/sosialisasi-pendampingan-dinas-pertanian/.

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.