lifestyle,

Petani Ngawi Keluhkan Luapan Bengawan Madiun

November 30, 2016 madiunkita 0 Comments

NGAWI (KR) - Para petani di daerah rawan banjir di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengeluhkan seringnya air Sungai Bengawan Madiun yang meluap sejak akhir September lalu hingga merusak tanaman padinya yang siap panen dan baru tanam. 

Salah satu petani di Desa Dinden, Kecamatan Kwadungan, Semi mengaku sejak akhir September hingga akhir November tahun ini, sudah empat kali wilayah Kwadungan dilanda banjir. Tidak hanya dari Bengawan Madiun, namun juga imbas luapan dari Bengawan Solo.

"Banjir yang melanda pada akhir September lalu bertepatan dengan tanaman padi siap panen. Meski tidak sampai gagal panen seluruhnya, namun sempat mengurangi kualitas gabah," ujar Semi kepada wartawan, Selasa.

Banjir tersebut paling parah yang terjadi dibandingkan tiga lainnya. Ketinggain air mencapai lutut orang dewasa di jalanan sehingga membuat tanaman padi siap panen terendam air.

Sedangkan tiga banjir lainnya, yakni dua kali di bulan Oktober dan yang terakhir Sabtu tanggal 26 November lalu, hanya menggenangi jalan saja. Meski demikian cukup mengganggu karena ia baru saja tanam.

"Tanaman padi yang baru berumur 10 hingga 20 hari juga teredam air. Kalau sudah begini, hanya bisa berharap air yang menggenangi sawah segera surut," kata dia.

Menurut dia, jika air tak segera surut, ditakutkan daun padi akan membusuk. Apalagi, pihaknya juga baru melakukan pemupukan, sehingga kerugain semakin besar.

"Jika sudah demikian (busuk), yang ada harus dicabut dan melakukan tanam ulang. Kondisi tersebut membuat petani rugi karena harus mengeluarkan biaya benih, pupuk, dan tenaga ulang," katanya. 

Hal yang sama diungkapkan oleh Hartomo, petani lainnya di Desa Purwosari, Kwadungan. Tanaman padinya yang baru berumur 1,5 bulan dan dipupuk juga rawan busuk dan mati.

"Jika demikian, kami bisa mengeluarkan ratusan ribu rupiah lagi untuk biaya tanam ulang," kata Hartomo.

Data BPBD Ngawi mencatat, wilayah setempat yang rawan terjadi banjir di antaranya Kecamatan Kwadungan, Pangkur, Padas, Ngawi, dan Geneng.

"Wilayah-wilayah tersebut rawan banjir jika air Bengawan Madiun dan Solo meluap akibat curah hujan yang tinggi di daerah hulu dan setempat," kata Kepala Pelaksana BPBD Ngawi Eko Heru Cahyono.

Pihaknya meminta warga dan petani di daerah rawan tersebut untuk mewaspadai curah hujan yang tinggi karena banjir masih mungkin dapat terjadi lagi seiring puncak musim hujan pada Januari tahun 2017.:http://jatim.antaranews.com/lihat/berita/188234/petani-ngawi-keluhkan-luapan-bengawan-madiun.

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.