Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Musyawarah Kerja Gapoktan Se Jatim Dan Pengukuhan Pengurus Asosiasi Gapoktan Tingkat Kabupaten

    NGAWI (KR) – Komandan Kodim 0805/Ngawi Letkol Inf M. Triyandono, S.I.P. menghadiri Musyawarah Kerja Gapoktan se-Jawa Timur dan pengukuhan pengurus Asosiasi Gapoktan Tingkat Kabupaten dengan logo dan motto Asosiasi Gapoktan adalah “Subur Sarwo Tinandur Murah Tanpo Tinuku”yang dipimpin Ketua Asosiasi Gapoktan Jawa Timur Budiono bertempat di Pendopo UD. Daya Tani (rumah H. Nellys Soekidi, SE, MM) Dusun Alas Pecah Desa/Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Minggu(30/10/16
    Musyawarah dihadiri pula Wakil gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf, Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono, Wabub Ngawi, Ony Anwar,ST,MH, Perwakilan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jawa Timur, Kasiter Korem 081/DSJ, Letkol Inf Ato Sudiatna, Dirut PT. KBI (Kliring Berjangka Indonesia), Tris Sudarto, Kadistan Kabupaten Ngawi Ir. Marsudi, Kepala BKP Kabupaten Ngawi Ir. Slamet Purnomo, Muspika Kecamatan Geneng dan Para Ketua Gapoktan dari kabupaten se-Jawa Timur.
    Dalam musyawarah kerja Gapoktan ini juga dilaksanakan pengukuhan Pengurus Asosiasi Gapoktan tingkat Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ponorogo.
    Dandim 0805/Ngawi Letkol Inf M. Triyandono, S.I.P pada kesempatan ini menyampaikan tentang peran TNI dalam pertanian adalah berdasar atas adanya MoU/kerjasama antara Kementan RI dengan TNI dalam rangka menyukseskan program swasembada pangan sehingga sangat diperlukan adanya kerjasama yang baik antara TNI/Babinsa dengan petani maupun mantri tani di lapangan.
    Selain itu Dandim juga mengatakan akan mendukung program Kamentan RI untuk memotong rantai distribusi, dengan harapan petani dapat menjual langsung kepada konsumen sehingga standar harga beras dari pemerintah sebesar Rp. 7.500 sampai dengan Rp. 7.900,- dapat tercapai. Semoga dengan adanya asosiasi Gapoktan ini dapat membuat Jawa Timur lebih makmur, pungkas Letkol Inf M. Triyandono, S.I.P.
    Sedangkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Menyampaikan bahwa Provinsi Jatim merupakan salah satu propinsi pertanian, karena sebagian besar masyarakat Jatim adalah petani. Petani merupakan ujung tombak dalam sektor pertanian dalam menyukseskan program swasembada pangan.
    Saat ini pemerintah lewat Kementan RI terus berusaha meningkatkan sektor pertanian salah satu dengan pengeluaran anggaran yang besar, tantangan pemerintah dalam program Ketahanan pangan antara lain Produksifitas petani, Perubahan musim yang tidak menentu, Banyaknya lahan subur beralih fungsi menjadi pabrik dan perumahan serta Hama, tutur Wakil Gubernur.
    Menyusutnya lahan tanam dapat diatasi dengan Meningkatkan panen, Pemilihan Bibit dan Nilai tukar petani karena Saat ini Jawa Timur menjadi barometer pembangunan Indonesia dalam segala bidang, salah satunya bidang pertanian, tegas Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul).:http://suaraindonesia-news.com/musyawarah-kerja-gapoktan-se-jatim-dan-pengukuhan-pengurus-asosiasi-gapoktan-tingkat-kabupaten/.


    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728