Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Diklat Rohis MAN 2 Madiun Anggota dengan Tafakur Alam


    MADIUN (KR) - Organisasi Kerohanian Islam (Rohis) MAN 2 Madiun menyelenggarakan tafakur alam Sabtu dan Ahad (19 20/11) ini di desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Menurut Ketua Rohis Fikri Hakim Amrulloh, Tafakur alam ini merupakan sebagian dari kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) anggota baru Rohis MAN 2 Madiun. Kegiatan tafakur alam ini intinya mengajak para generasi muda khususnya anggota rohis MAN 2 Madiun untuk senantiasa memahami Islam dan nilai-nilai ke Islaman melalui dan memanfaatkan alam.
    Kegiatan tafakur alam ini rutin dilaksanakan rohis MAN 2 Madiun sebagai kegiatan awal anggota baru rohis MAN 2 Madiun untuk meningkatkan keimanan kepada Alloh swt, meningkatkan keimanan dan keislaman para anggota melalui alam, serta mengenal dan mengagumi akan ciptaan dan kebesaran sang Maha Pencipta dan Maha Besar, Alloh swt. Pembukaan kegiatan tafakur alam dilaksanakan di masjid Al Jannah dukuh Penjalinan desa Sidorejo. Kegiatan dengan tema Mempererat Ukhuwah dengan Senandung Dzikir Alam ini diikuti oleh 84 anggota rohis dengan selalu didampingi pembinanya, Abdul Rohman. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan setelah pembukaan diantaranya pengajian, pentas seni di tengah masyarakat, sholat tahajud, yasinan, bakti sosial, dan penjelajahan.
    Abdul Rohman dalam sambutannya pada saat pembukaan antara lain menyampaikan, bahwa tafakur alam merupakan perbuatan yang diperintahkan dalam agama dan ditunjukkan bagi mereka yang memiliki pengetahuan untuk merenungkan berbagai fenomena alam. Seperti dalam firman Allah SWT pada Q.S Ali Imron 190 191. Sehingga pada kegiatan tafakur alam ini bertujuan untuk mengenal Alloh melalui ciptaannya yaitu alam.
    Tafakur artinya kegiatan berfikir, memikirkan atau merenungi secara mendalam. Tafakur berarti bagaimana kita sebagai hamba Allah selalu memikirkan, merenungi akan kekuasaan Allah yang meliputi langit bumi beserta seluruh ciptaan-Nya ini, tidak hanya melalui akal semata tetapi juga disertai dengan dzikir dan fikir di hati. Jadi bila hendak mengenal Allah bukan Dzatnya yang kita tafakuri atau pikirkan, tapi hasil karya atau ciptaanNya yang meliputi bumi langit dan seluruh isinya. Dari proses tafakur ini dengan sendirinya kita dapat menemukan berbagai keajaiban dan rahasia yang menunjukkan kebijaksanaan, kekuasaan, kemuliaan dan keagungan Allah, yang Insya Alloh dengan sendirinya tidak hanya akan menuntun jalan kita lebih mengenal Alloh, tetapi juga pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa cinta seorang hamba kepada sang Kholik, kata Abdul Rohman.
    Secara umum, objek tafakur adalah memikirkan dan merenungkan makhluk Alloh SWT. Perenungan terhadap gejala alam sangat bermanfaat dalam rangka mengungkap tanda-tanda kekuasaan Allah sehingga manusia menjadi tunduk, patuh, dan taat kepada pencipta-Nya, yakni Alloh SWT.
    "Batasan penting yang harus diperhatikan dalam bertafakur ialah bahwa kaum mukminim dilarang memikirkan atau merenungkan Dzat Allah SWT," pesan Abdul Rohman mengakhiri sambutannya.:https://jatim.kemenag.go.id/berita/427544/diklat-rohis-man-2-madiun-anggota-dengan-tafakur-alam.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728