lifestyle,

Tim Kirab Resolusi Jihad Rute Banyuwangi-Jakarta Mampir Ke Ngawi

Oktober 18, 2016 madiunkita 0 Comments



NGAWI (KR) -Tim Kirab Resolusi Jihad menyambut Hari Santri Nasional 2016 yang berangkat dari Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (13/10) lalu memasuki hari ke enam ini mampir ke Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Senin (17/10).
Sebanyak 100 orang peserta Kirab Resolusi Jihad yang merupakan perwakilan dari seluruh lembaga dan badan otonomi di bawah PBNU langsung disambut Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Ketua PCNU Ngawi KH Achmad Ulinnuha Rozy dan beberapa pejabat dari Unsur Pimpinan Daerah (Unspinda).
“Kirab Resolusi Jihad menyambut Hari Santri Nasional tahun ini menempuh perjalanan antara Banyuwangi sampai Jakarta. Kirab ini dilakukan untuk menggelorakan kembali semangat Resolusi Jihad yang difatwakan Hadratussyaih KH Hasyim Asy’ari,” terang Ishfah Abidal Aziz Ketua Tim Kirab Resolusi Jihad, Senin (17/10).
Menurut Ishfah yang sekaligus Wasekjen PBNU ini, Resolusi Jihad masih tetap relevan untuk direfleksikan hingga saat ini. Resolusi Jihad tetap berlaku lantaran berisi semangat yang gigih dari KH Hasyim Asy’ari dalam memperkokoh bangsa dibawah kedaulatan NKRI sebagai harga mati dengan ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945.
“Jadi Kirab Resolusi Jihad ini menjadikan motivasi sekaligus menguatkan rasa nasionalis. Mengingat saat ini banyak sekali faham baik ekstrim kiri maupun kanan yang merongrong kedaulatan negara Indonesia. Dengan demikian kita sebagai orang Nahdliyin tidak diragukan lagi sejak lahir ideologinya sudah Pancasila demikian UUD 1945 sebagai dasar konstitusinya,” tegas Ishfah.
Sementara itu Bupati Ngawi Budi Sulistyono menegaskan, Kirab Resolusi Jihad bukan sekedar perjalanan fisik semata melainkan satu titik perjalanan penuh makna tentang ideologi, falsafah suatu bangsa dibawah kedaulatan NKRI. Mengapa demikian dalam pemaknaan Hari Santri Nasional yang digelar kedua kalinya di tahun 2016 ini, sebagai akil balik terhadap sejarah bangsa Indonesia tidak lepas dari peran para ulama, santri dan umumnya para Nahdliyin.
“Awal kemerdekaan negeri ini tidak bisa dipungkiri duet pemikiran antara Bung Karno dengan KH Hasyim Asy’ari. Mereka berjuang penuh terhadap kedaulatan maka tidak salah kalau toh sekarang ini bersama Nahdliyin terus menggelorakan jiwa nasional berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” ungkap Bupati Ngawi Budi Sulistyono.:http://www.siagaindonesia.com/136608/tim-kirab-resolusi-jihad-rute-banyuwangi-jakarta-mampir-ke-ngawi.html.


0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.