Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Sosialisasikan Empat Pilar Hingga ke Pelosok Desa


     MADIUN (KR)  - Kegiatan sosialisasi 4 pilar kembali dilaksanakan oleh MPR RI yang dalam hal ini diwakili oleh Drs. H. Guntur sasono M.Si. dari fraksi partai Demokrat. Kegiatan di laksanakan di Balai Desa Sukolilo Kecamatan Jiwan Kab. Madiun (22/10/2016) yang di hadiri oleh 150 peserta dari unsur Muspika,Muspida, Poktan,Gapoktan ,PKK, dan tokoh masyarakat.

    Kegiatan sosialisasi 4 pilar in, sangat di harapkan oleh masyarakat warga desa sukolilo, hal ini terlihat angat antusiasnya warga desa tersebut hadir, tegas kepala desa Muryadi dalam mengawali sambutan nya dalam kegiatan sosialisasi 4 pilar di desanya.

    Selain menyampaikan hal diatas juga menyampaikan terima kasih kepada Drs. H. Guntur Sasono M.Si., anggota MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, yang telah meluangkan waktunya untuk bisa hadir dan juga sebagai pembicara utama dalam kegiatan ini.

    Drs. H. Guntur Sasono M.Si. menyampaikan bahwa dengan diadakanya kegiatan sosialisasi 4 pilar ini, dia mengharapkan kepada warga desa akan lebih paham makna 4 pilar, yang selanjutnya bisa di gunakan sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari hari.

    Drs.H.Guntur Sasono M.Si., dalam mengawali sambutanya mengatakan bahwa pada saat ini dalam era globalisasi ini,bangsa indonesia semakin hari semakin jauh dari jati dirinya , yang mana sebelumnya bangsa ini di kenal sebagai bangsa yang penuh dengan nilai nilai kesopanan,penuh kasih sayang dan memiliki jalinan persaudaraan yang erat satu sama lainya, namun nilai-nilai ini semakin pudar.

    Pada era sekarang banyak orang berfikir secara taktis dan tidak berfikir secara strategis,hasil ukuran sukses dinilai dengan ukuran materi, proses itu tidak penting,yang penting hasil yang instan,kalau hal ini sudah melekat dan kita tidak sadar dalam kehidupan sehari hari, sesikonya nantinya sangat besar dan mengkawatirkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Kenyataan ini bisa di lihat pada saat ini adanya reformasi yang melahirkan kebebasan berpendapat, tapi seringkali kebebasan tersebut di maknai bebas tanpa batas,kesalahan pemahaman tersebut mmenyebabkan kendurnya nilai keakrabab sosial.oleh sebab itu MPR RI sebagai lembaga legeslatif negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai nilai tersebut.

    Salah satunya dengan terus menerus mensosialisasikan 4 pilar , yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI 1945 sebagai kontitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika ebagai semboyan Negara,hal ini harus terus di jaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kita tidak kehilangan jati diridan asal usul sebagai warga negara indonesia.

    Selanjutnya pada kesempatan tersebut di sampaikan makna dan isi dari pada 4 pilar tersebut, Pancasila itu adalah ideologi bangsa,sebagai way of life bangsa,sebagai pemersatu bangsa yang intinya adalah gotong royong,musyawarah mufakat.

    UUD NRI 1945 yang intinya dalam hal ini adalah kedaulatan ada di tangan rakyat, yang dilaksanakan dengan undang undang.buktinya adanya pilkada langsung. Tetapi ada resiko resiko yang harus kita ketahui ini adalah proses demokrasi,demokrasi bisa hidup kalau rakyatnya sudah mapan, melek politik, perutnya sudah tidak lapar, dan hukumnya sudah berjalan adil.

    Bhineka Tunggal Ika, ini bermacam macam suku bangsa ,perbedaan pasti ada tapi perbedaan adalah kekayaan bangsa,jangan perbedaan untuk kita tidak bersatu,perbedaan kita jadikan kebersamaan.NKRI harga mati bagi kita semua.harus kita bela dan kita pertahankan.tegas Drs.H.Guntur Sasono Msi.:http://rss.surabayapagi.com/index.php?read~Sosialisasikan-Empat-Pilar-Hingga-ke-Pelosok-Desa;3b1ca0a43b79bdfd9f9305b8129829624c6c51.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728