Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Pemkab Madiun Gelar BST Di Desa Kresek








    MADIUN (KR) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, mengadakan Bhakti Sosial Terpadu (BST) di Desa Kresek Kecamatan Wungu, Rabu-Kamis 13 Oktober 2016.
    Selain dihadiri oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dan Lanud Iswahyudi Magetan, Danrem 081/DSJ Madiun, jajaran Forkopimda, kepala SKPD, Camat, TP Penggerak dan undangan lainya.
    Dalam sambutannya, bupati Madiun, H. Muhtarom, berpesan kepada masyarakat agar selalu waspada dan hati-hati, apabila terjadi hujan deras dengan disertai angin kencang (gambul). Bupati menghimbau agar warga segera meninggalkan tempat tinggalnya dan mencari tempat berlindung yang benar-benar aman.
    “Seperti kita ketahui bersama, bahwa kondisi tanah di lereng gunung Wilis ini, labil. Sehingga daya rekatnya sudah rapuh. Karena itu pada saat hujan deras dapat saja terjadi tanah longsor, banjir bandang dan lain-lain,” kata Bupati Madiun, H. Muhtarom, dalam sambutannya saat malam sarasehan dalam rangka Bhakti Sosial Terpadu (BST) Pemkab Madiun, Rabu 12 Oktober 2016.Menurutnya lagi, tidak hanya bencana alam yang harus diwaspadai. Tapi pada saat musim penghujan seperti saat ini, masyarakat juga harus waspada terhadap kemungkinan adanya penyakit deman berdarah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk demam berdarah. Selain itu juga kemungkinan adanya penyakit diare.
    “Apabila ada anggota keluarga kita yang mengalami panas badan tinggi lebih dari tiga hari, hendaknya segera dibawa ke Puskesmas atau ke dokter untuk mendapatkan pertolongan. Jangan sampai terlambat karena bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian. Tidak hanya penyakit pada manusia yang harus diwaspadai. Tetapi juga penyakit pada tanaman hortikultura karena pada saat musim penghujan virus/hama tanaman menyerang. Dan kalau terlambat penanganannya petani akan merugi. Untuk itu kalau ada gejala seranga virus/hama segera lapor ke petugas untuk ditindaklanjuti,” lanjut H. Muhtarom.
    Sementara itu, terkait Kamtibmas, bupati berpesan agar masyarakat selalu berhati-hati karena saat ini pengguna jalan sangat padat yang tidak diimbangi dengan penambahan ruas jalan. Karena kalau tidak hati hati, akan terjadi kecelakaan lalu lintas.
    “Gunakan kelengkapan dalam berkendara dengan baik. Untuk pengendara sepeda motor harus pakai helm dan harus klik. Demikian pula dengan pengendara mobil harus menggunakan sabuk pengaman. Penguna kompor gas juga demikian harus hati-hati, bila ada bau gas jangan sampai menyalakan api dan taruh tabung gas ditempat yang terbuka untuk hindari ledakan yang bisa menyebabkan kebakaran. Tamu wajib lapor setiap 1 x 24 jam. Meskipun itu warga sendiri yang sudah lama meninggalkan desanya untuk merantau,” himbaunya.
    Komandan Korem 081/DSJ, Kolonel Inf. Piek Budyakto, menambahkan, untuk Kamtibmas, saat ini sedang memasuki bulan Suro. Pada bulan ini masyarakat Kabupaten Madiun yang tergabung dengan organisasi pencak silat Setia Hati Winongo akan menyelenggarakan kegiatan Suran Agung. Terkait dengan kegiatan itu, ia meminta agar masyarakat bisa mentaati komitmen bersama untuk membuat kondisi Madiun yang aman secara mandiri.
    “Aparat keamanan akan mendukungnya. Karena hanya dalam kondisi tenang dan aman masyarakat dapat melaksanakan aktifitas dengan baik. Kegiatan Suran Agung di Madiun harus berdampak positif bagi masyarakat. Dengan kondisi yang aman pula inventor akan masuk ke Kabupaten Madiun dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun,” kata Danrem 081/DSJ, Kol.Inf. Piek Budiyakto.
    Untuk diketahui, sebagaimana kegiatan BST di desa lain, BST di Desa Kresek diawali dengan kegiatan olahraga bersama. Kemudian dilanjutkan sarasehan, kunjungan ke keluarga kurang mampu, kerja bhakti pengaspalan jalan, pelayanan kesehatan, pelayanan administrasi, pemeriksaan kesehatan ternak, pasar murah, donor darah, pelayan perpanjangan SIM dan lainnya.
    Dalam kegiatan ini, Bupati Madiun menyerahkan bantuan perawatan tempat ibadah, bantuan alat sekolah, bantuan sembako untuk kaum duafa, bantuan bea siswa, bantuan alat sekolah, dan juga penyerahan sertifikat tanah yang diurus masyarakat.
    Selain itu juga ada bantauan yang diusulkan langsung oleh masyarakat pada saat sarasehan. Diantaranya bantuan bibit jeruk Nambangan 250 batang, bibit alpokat 300 batang, bibit sersat 500 batang, handspreyer 5 unit, kambing 5 ekor, travicount 8 buah, Tempat sampah terpisah 4 set dan PJU dua titik masing-masing 450 watt. Adalagi aspal 25 drum, powertreser 1 unit, alat pembuat biogas dua unit dan bibit ikan Nila.
    Tak hanya itu, bupati juga menyetujui permintaan masyarkakat berupa warreless 1 unit, keybord 1 unit, alat hadroh 1 unit, pengeras suara 1 set TOA, alat olahraga berupa bola volly, tennis meja dan bola Sepak masing-masing 1 set, Al-Qur’an , APE untuk BKB dua set masing-masing senilai Rp.2.5 juta rupiah , modal UMKM 10 juta rupiah dan bantuan almari arsip Rp.1 juta. (Humas & Protokol Setda Kabupaten Madiun/Editor Dibyo).:http://www.beritalima.com/2016/10/13/pemkab-madiun-gelar-bst-desa-kresek/.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728