Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Pembukaan Kembes Gudep 02.097 – 02.098 MAN 2 Madiun



    MADIUN (KR) . Dalam cuaca yang cerah dan sejuk, Perkemahan Besar (Kembes) gugus depan (gudep) 02.097 02.098 yang berpangkalan di MAN 2 Madiun Kamis (13/10) siang dibuka oleh Kepala MAN 2 Madiun sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus). Kembes mengambil tempat di bumi perkemahan (buper) desa Kandangan, kecamatan Kare, kabupaten Madiun yang berjarak sekitar 20 km ke arah timur yang berada di lereng gunung Wilis. Kembes ini akan dilaksanakan selama 3 hari. Kembes diikuti 372 peserta yang berasal dari kelas XI dan X CI, serta 39 sangga kerja dari kelas XII, serta 13 orang kakak-kakak pembina.
    Menurut Subiyanto, ketua panitia Kembes 2016 kegiatan ini merupakan salah satu implementasi kurikulum 2013 yang mengamanatkan bahwa kegiatan kepramukaan merupakan kegiatan ekstra kurikuler wajib yang harus diikuti oleh setiap siswa. Kembes ini merupakan kegiatan kepramukaan setahun sekali, dan pada semester ini kegiatan kepramukaan bagi kelas XI hanya kembes ini. Sehingga untuk kelas XI dalam mengikuti kegiatan kepramukaan mengikuti pola blok.
    Pada kembes ini untuk menanamkan nilai-nilai kepramukaan yang akhirnya akan membentuk karakter siswa akan dilaksanakan berbagai kegiatan, mulai handycraft (tata boga), penjelajahan, pendidikan bela negara (PBN), pendidikan hidup bersih dan sehat (PHBS) dan penyakit degenaratif, serta apresiasi seni. Apresiasi yang pertama bersilaturahmi dengan pengelola buper dan warga sekitar dengan pemutaran film. Sedangkan yang kedua pentas seni dari peserta dalam acara api unggun.
    Kami mengharapkan setiap peserta dalam berkegiatan dapat aktif, kreatif, dan edukatif, tambah Subiyanto.
    Ketua Mabigus Basuki Rachmat yang bertindak sebagai pembina upacara dalam sambutannya antara lain menyampaikan, sangat bangga dengan penampilan peserta kembes ini dalam berseragam pramuka baik dalam ketegasan, penampilan, maupun disiplinnya. Alangkah indahnya apabila yang ada ini dapat dipertahankan dan diimplementasikan dalam setiap segi kehidupan.
    Untuk itulah pemerintah memandang penting penanaman karakter siswa, dan salah satunya melalui pendidikan kepramukaan. Pada dasarnya pemerintah melalui pendidikan termasuk pendidikan kepramukaan ini ingin membangun manusia yang berakhlak mulia. Dan para peserta yang ada di depan saya ini merupakan penerus pembangunan bangsa, sebagai pengganti kami secara alamiah, jelas Basuki Rachmat.
    Selain itu Basuki Rachmat juga berpesan agar para peserta dapat mengambil hikmah dan manfaat dalam mengikuti kembes ini. Diantaranya yang utama adalah menimbulkan atau menciptakan kesadaran, bahwa yang ada di lereng bukit ini begitu kecil dibanding alam sekitar. Apalagi dengan kekuasaan Allah.
    Kedua, belajar menghormati dan menghargai sesama. Mungkin saja para panitia ini adalah teman-teman para peserta sehari-harinya. Namun kali ini mereka adalah panitia, yang harus dihormati dan dipatuhi perintahnya. Teman-teman satu sangga memiliki kebiasaan yang tentunya berbeda satu sama lainnya.
    Ketiga, belajar hidup bersama. Mungkin diantara peserta di rumah ada yang anak tunggal atau berdua saja, selalu dilayani dan dimanjakan oleh kedua orang tuanya, dan sebagainya. Di sini para peserta berlatih untuk berbagi dan merasakan apa kebutuhan dan kepentingan orang lain, dan mengoptimalkan waktu, kesempatan, dan materi yang ada. Tidak setiap yang diinginkan harus terpenuhi.
    Namun yang jelas, itu semua dengan satu tujuan yaitu agar pendidikan karakter ini dapat terwujud, kata Basuki Rachmat mengakhiri sambutannya.
    Dan kembespun dibuka dengan membuka tirai selamat datang di buper ini.:https://jatim.kemenag.go.id/berita/414570/pembukaan-kembes-gudep-02-097-02-098-man-2-madiun.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728