Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Pembangunan Proyek di Kota Madiun Terkendala Cuaca

     
    MADIUN (KR) - Pembangunan proyek di Kota Madiun rata-rata terkendala cuaca sehingga berpengaruh terhadap pelaksanaan di lapangan dan kualitas pekerjaan. Seperti diungkapkan Pelaksana proyek revitalisasi pasar sepor dari CV. Nabila Putra, Tatok Prasetyo, selain faktor hujan, pembangunan proyek yang didanai dari APBD Kota Madiun sekitar Rp 1,5 Milyar juga terkendala sulitnya mencari bahan material.
    Dikatakannya, meski menuai kendala di lapangan, namun capain fisik proyek mencapai 48 persen dari rencana 43 persen, sehingga masih surplus 5 persen. Tatok menyatakan, pembangunan proyek yang telah dikerjakan, yakni pemasangan pondasi sampai plesteran, sementara progres terbesar yakni pada pemasangan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yang mencapai 14 persen.
    "Kendalanya ya hujan, pengaruhnya ke tenaga, nggak bisa kerja. Material juga susah," ungkapnya, Rabu (12/10/2016).
    Lebih lanjut Tatok menjelaskan, Pasar Sepor dibangun 16 kios ukuran 5 x 3 meter serta 26 los ukuran 2,5 x 3 meter. Saat ini jumlah pekerja mencapai 39 orang baik dari dalam maupun luar Kota Madiun, dengan menerapkan sistem lembur. Sesuai kontrak, proyek revitalisasi pasar sepor berakhir 6 Desember mendatang, namun pelaksana menargetkan akhir November, proyek dapat selesai dikerjakan.
    Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata (Disperindagkoppar) Kota Madiun selaku pengguna anggaran, Sudandi menyatakan, sejauh ini belum ada laporan kendala dari pelaksana proyek di lapangan. Bahkan, pihaknya rutin dua minggu sekali melaksanakan rapat koordinasi bersama stakeholder terkait, agar pembangunan proyek tidak mengalami keterlambatan.
    “Belum ada keluhan untuk kendalanya, jadi saya pikir juga tidak ada masalah. Kami juga lakukan rapat koordinasi dengan tim teknis dari Adbang, PA, DPU, pelaksana serta pengawas. Intinya kita tidak ingin terlambat. Jadwal yang sudah kita tentukan harus dipenuhi,” katanya.
    Senada juga diungkapkan Dading Setiyawan pelaksana proyek pembangunan puskesmas Oro-Oro Ombo di Jalan Basuki Rahmad Kota Madiun. Menurut Dading, sejauh ini kendalanya hanya pada cuaca yang tidak menentu, sementara ketersediaan material diklaim aman. Disisi lain berkaitan dengan tenaga kerja, juga mencukupi, sekitar 50 orang, menerapkan sistem lembur.
    "Lembur sampai jam 10 malam. Kalau kendala ya hanya cuaca. Material nggak ada masalah," katanya.
    Dading menjelaskan, sampai minggu ke-15 periode 3-9 Oktober 2016, capaian fisik proyek mencapai 57,70 persen dari target 38 persen, sehingga surplus 19 persen. Item pekerjaan yang sudah dilaksanakan, meliputi pekerjaan struktur, pekerjaan atap, serta finishing plester. Proyek senilai Rp 4,7 Milyar yang dikerjakan PT Yosantama tersebut sesuai kontrak berakhir 24 Desember, namun pelaksana proyek mempercepat pembangunan hingga November mendatang.
    "Kita tekankan kepada para pekerja untuk segera menyelesaikan pembangunan, targetnya kita November bisa selesai," tandasnya.:http://180.250.242.47/madiun/post/berita/316634/daerah/pembangunan_proyek_di_kota_madiun_terkendala_cuaca.html.


    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728