Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Meski Menunggak, Bulog Tidak Tega Stop Penyaluran Raskin


    NGAWI (KR) - Meski warga di Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi terdapat tunggakan uang penebusan/pembayaran raskin, namun Bulog Sub Divre Wilayah IV Madiun tidak tega  untuk menyetopnya.
    Masalahnya, raskin itu sangat dibutuhkan dan dinanti-nantikan oleh masyarakat kurang mampu atau kurang beruntung untuk kelangsungan hidup keluarganya. Kalau raskin distop misalnya, lantas bagaimana makan mereka. Ini yang menjadi pertimbangan Bulog untuk tidak memberhentikan penyaluran raskin.
    “Biar menunggak, sepanjang masih ada yang mempertanggungjawabkannya (Pemkab atau dinas terkait, Red), soal tunggakan raskin tersebut, kami tetap mengirimkan raskin yang dibutuhkan sesuai data yang ada. Terus terang dalam hal ini, kami tidak tega memutus penyaluran raskin tersebut,”tegas Kepala Bulog Sub Divre Wilayah IV Madiun Antok Hendriyanto kepada Harian Bhirawa, Selasa (25/10).
    Saat diminta data lengkap para penunggak uang penebusan raskin,  Antok Hendriyanto yang menjabat Kepala Bulog Sub Divre Wilayah IV Madiun mulai  13 September 2016 lalu ini tidak bisa memberikannya.    “Kami rekapnya dulu dan nanti kalau sudah lengkap baru akan kami kabarkan,” katanya.
    Menurut Antok Hendriyanto, yang melatarbelakangi dirinya untuk tidak memutus penyaluran raskin itu, pihaknya yakin kalau warga penerima raskin dari Bulog itu  sudah jelas menebusnya. Hanya penebusannya dikoordinir oleh petugas atau perangkat desa/kelurahan yang ditunjuk Pemkab Tuban atau dinas terkait. Bukan tidak mungkin, petugas yang ditunjuk atau perangkat desa/kelurahan belum menyetorkannya.
    “Karena itu, kami akan menelusuri permasalahannya.  Dan ini jelas menjadi PR bagi kami,”kata Antok.
    Ditanya perihal jumlah uang tunggakan tebusan raskin di Bulog Sub Divre IV Madiun, Antok belum bisa memberikannya karena masih proses perekapan.  “Ya kalau di Kab Madiun tunggakan raskin masih ratusan juta, tetapi kalau di Kab Ngawi lebih dari satu miliar rupiah. Sementara itu, di Kota Madiun lunas tidak mempunyai tunggakan uang raskin,”katanya.
    Tunggakan uang raskin tersebut menurutnya diharapkan Desember 2016 mendatang lunas. Sehingga pihaknya  tidak perlu menempuh jalur hukum. Semuanya diharapkan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
    Disinggung soal target pengadaan pangan pada 2016,  Antok mengatakan target pengadaan pangan di Bulog Sub Divre Wilayah IV Madiun  2016 sebesar 60.000 ton setara beras. Sekarang ini baru terserap sekitar 42.000 ton setara beras atau mencapai sekitar 70 prosen. Sampai dengan Desember 2016 mendatang, pihaknya optimistis target akan tercapai.
    Untuk diketahui stok pangan di gudang Bulog di Geneng Ngawi di gudang Bulog Nambangan Kidul Kota Madiun dan di gudang Bulog Jeruk Gulung di Kab Madiun, ketiganya masih mampu untuk menyalurkan pangan kepada warga sampai 8 Agustus 2017 mendatang. “Untuk itu warga tidak perlu khawatir, soal pengadaan pangan beras dari Bulog,”ungkap Antok.:http://harianbhirawa.co.id/2016/10/meski-menunggak-bulog-tidak-tega-stop-penyaluran-raskin/.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728