Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Ekonomi Serba Sulit Picu Lujito Sukses Jalani Usaha Bengkel Bubut




    NGAWI (KR) – Kegigihan dan kerja keras Langgeng Lujito berbuah manis. Sebagai pengusaha bengkel bubut, dia kini memiliki ratusan pelanggan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
    Kondisi ekonomi yang serba sulit membuat Langgeng Lujito bertekad mengubah nasib. Dia mulai merintis usaha dengan membuka toko oli pada 1989. Saat itu Langgeng Lujito masih duduk di kelas dua SMA PGRI Ngawi, Jawa Timur.
    Pada saat teman-temannya masih asyik bermain seusai pulang sekolah, Langgeng justru sibuk mengelola bisnis. Lambat laun usaha yang digelutinya berkembang. Namun, persaingan usaha oli di Ngawi saat itu sudah sangat ketat. Sambil terus menjalankan bisnis oli, dia berpikir untuk mengembangkan usaha lain. Seusai lulus dari SMA PGRI Ngawi, Langgeng bukannya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, melainkan malah serius menekuni usaha.
    Tekadnya sudah bulat. Dia ingin memiliki usaha sendiri. Dia merasakan banyak pelajaran yang bisa dipetik dari menekuni usaha mandiri. Langgeng mulai berpikir untuk menaikkan kelas usahanya. Pada 1993, berbekal tabungan dari usahanya, dia membuka usaha bengkel bubut di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Beran, Kota Ngawi.
    Letak usaha bengkel itu sangat strategis lantaran berada di jalan utama penghubung Ngawi-Solo. Kala itu dia berpikir, usaha bengkel yang khusus melayani jasa bubut automotif belum ada di Ngawi. Sebagai modal awal, dia membeli satu mesin bubut kecil, satu mesin kolter untuk sepeda motor,dan peralatan las. Modal yang dikeluarkan sekitar Rp20 juta.
    Selain itu, dia juga merekrut teknisi yang mengerti tentang mesin mobil, sepeda motor, sekaligus bisa mengoperasikan mesin bubut dan mesin kolter. Ketika itu, usaha bengkelnya masih sederhana dan sangat terbatas. Langgeng mengaku awalnya tidak menguasai soal bongkar pasang mesin sepeda motor atau mobil.
    Tapi, tekadnya saat itu sangat kuat,ingin menekuni usaha sambil belajar. “Meski saya yang memiliki bengkel, tapi saya saat itu tak segan untuk belajar bongkar pasang mesin sepeda motor atau mobil. Prinsip saya, kalau mau belajar, akan bisa. Kemampuan itu bisa diasah asalkan mau belajar,” ujarnya.
    Seperti lazimnya membuka usaha baru, tahap-tahap awal selalu menemui banyak kendala. Belum banyak yang mengenal usahanya. Namun, Langgeng pantang menyerah. Dia lantas berpromosi dan berupaya mengenalkan usaha bengkel bubut automotif ke sejumlah bengkel sepeda motor dan mobil di Ngawi. Upayanya ternyata berhasil.:http://onenews.id/2016/10/ekonomi-serba-sulit-picu-lujito-sukses-jalani-usaha-bengkel-bubut/.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728