Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Dampak Banjir Bandang, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah


    MAGETAN (KR) - Duka mendalam akibat bencana alam banjir bandang disertai tanah longsor yang menerjang Desa Ngancar Kecamatan Plaosan, dirasakan seluruh warga desa yang berada di kaki gunung Lawu tersebut.
    Selain merusak tujuh rumah warga, banjir lumpur tersebut juga mengakibatkan 10 hektare lahan perkebunan milik warga gagal panen. Diperkirakan, petani harus menelan kerugian hingga Rp 500 juta.
    Salah satunya dirasakan oleh Harianto (50). Tanaman kubisnya yang berusia 4 bulan, hancur diterjang air bah  yang berasal dari sungai air terjun Pundak Kiwo.”Yang jelas sekarang saya bangkrut, kerugian saya diatas Rp 50 juta, padahal tanaman kubis milik saya sudah siap panen, pokoknya kerugian saya banyak,” keluhnya, Selasa (11/10).
    Malapetaka akibat banjir bandang juga dirasakan Painem (60). Tanaman wortel miliknya juga tidak tersisa sama sekali. Padahal, tanamannya telah siap dipanen esok hari sebelum hancur diterjang banjir tersebut. “Tanaman wortel saya hancur dibawa air, saya rugi hingga kurang lebih Rp 10 juta,” ungkap warga RT 08/RW01 ini.
    Terpisah, Kepala Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Kabupaten Magetan, Gatot Purwanto, mengatakan, akibat bencana banjir dan tanah longsor tersebut sekitar 10 hektare lahan pertanian warga hancur. Kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta.
    “Karena rata – rata petani mengunakan sistim tumpang sari, jadi kerugian yang diderita sangat besar. Kerugian kami taksir untuk pertanian mencapai Rp 500 juta, bahkan bisa lebih,” jelasnya.:http://koranmemo.com/dampak-banjir-bandang-petani-rugi-ratusan-juta-rupiah/.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728