lifestyle,

Banjir, Pelajar Diantar ke Sekolah Pakai Mobil Polisi

Oktober 12, 2016 madiunkita 0 Comments

NGAWI (KR) - Sekolah-sekolah di sekitar  wilayah Kecamatan Kwadungan, Ngawi, Jawa Timur sedang kalang kabut. Kemarin (10/10) jalan di dua desa, yaitu Purwosari dan Simo, tergenang. Lokasi itu dekat dengan sekolah.

Akibatnya, jadwal ujian tengah semester (UTS) hari terakhir di SMAN 1 Kwadungan ditunda. Deden Prayoga, salah seorang siswa, menjelaskan bahwa siswa kelas X-XII pulang sekitar pukul 09.30 WIB. Itu, ungkapnya, lebih awal dari jadwal UTS yang ditentukan selesai pukul 13.00.

Sekolah terpaksa menunda UTS hari terakhir karena khawatir genangan di jalan masuk ke ruang kelas. ''Memang, sebelumnya, pihak sekolah minta tetap masuk meski ada banjir. Ternyata, kami hanya diminta absen dan diberi tahu bahwa UTS diganti besok (hari ini, Red),'' ungkap pelajar kelas X tersebut.

Berdasar pantauan, sekitar pukul 07.30 WIB puluhan pelajar SMAN 1 Kwadungan tertahan di jembatan Purwosari. Mereka tidak dapat melintasi genangan dengan kedalaman 50 sentimeter itu. Jika nekat, motor yang dikendarai mereka bisa macet. Seragam basah terendam air karena harus mendorong motor.

''Sekolah meminta kami tetap berangkat. Info itu disebarkan melalui pesan singkat oleh teman-teman lain. Namun, akhirnya, malah tertahan di sini. Nggak bisa lewat,'' tutur Icha, siswa yang tinggal di Desa Kasreman, Kecamatan Geneng.

Pihak sekolah yang mengetahui hal tersebut langsung mendatangi lokasi. Mereka berkoordinasi dengan Polsek Kwadungan untuk mengangkut puluhan anak didiknya ke sekolah.

Para pelajar yang dijadwalkan mengerjakan soal ujian PPKn, bahasa Indonesia, dan sastra Inggris/sastra Tiongkok itu naik ke mobil raider polisi.

Saking banyaknya siswa, mobil harus bolak-balik dua kali. Sebagian siswa menumpang truk yang melintas.

''Kami minta bantuan polsek, sementara menunggu airnya surut,'' ujar Arik Budi Handoyo, salah seorang guru.

Kapolsek Kwadungan Iptu Suparno menuturkan, pihaknya melakukan pemantauan selama banjir. Meski debit air tidak terlalu tinggi, pelajar tetap tidak bisa melintas.

 ''Kami mengevakuasi para pelajar yang tidak bisa menyeberang hingga ke depan sekolah,'' ucapnya.

Sementara itu, sejumlah SD di wilayah Kecamatan Kwadungan yang terdampak banjir memulangkan anak didiknya lebih awal.

Di antaranya, SDN Simo dan SDN Purwosari 1. Bahkan, banyak siswa yang tidak masuk sekolah.:http://radarpena.com/index.php/daerah/9248-banjir-pelajar-diantar-ke-sekolah-pakai-mobil-polisi.

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.