Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Bangun Waduk, 89 KK Bakal Direlokasi



    PONOROGO (KR) - Tiga kepala keluarga (KK) dari 89 KK yang terdampak megaproyek Waduk Bendo di Desa Ngindeng, Sawoo, Ponorogo harus angkat kaki lebih awal. Sebab, rumah mereka berada di jalur saluran pengisi air Sungai Keyang menuju pintu terowongan waduk.
    Relokasi ketiganya sempat terhambat lantaran negosiasi tak kunjung menemukan kesepakatan. Selain itu, muncul kekhawatiran aliran air bakal membanjiri permukiman warga lantaran saluran buatan tersebut tak kuasa menahan arus.
    ’’Air sungai (Keyang, Red) yang besar itu saja sering meluap saat hujan deras. Kalau dialirkan ke terowongan yang menurut saya lebih kecil tersebut, apa tidak meluber nanti?’’ kata Miran, salah seorang warga, saat bermusyawarah dengan pihak proyek, Senin (24/10).
    Dia mengaku tak punya masalah dengan adanya saluran tersebut. Lagi pula, pada akhirnya, dia dan warga yang terdampak bakal pindah. Namun, kekhawatiran bakal menghantui warga selama relokasi belum dilaksanakan. Apa lagi, sekarang hujan deras kerap melanda.
    Pihaknya khawatir air sungai meluap ke saluran itu. Parahnya, saluran tersebut tak kuat menahan arusnya. Munculnya kekhawatiran itu wajar. Sebab, saluran tersebut membelah permukiman warga yang terdampak. Tak pelak, luberan air itu langsung mengarah ke rumah warga. ’’Pihak proyek harus dapat memastikan tanggul saluran air tersebut kuat menahan air,’’ tegasnya.
    Di sisi lain, pembangunan saluran itu menyisakan kekecewaan tersendiri bagi ketiga warga yang terdampak. Mereka harus angkat kaki dari rumah lebih cepat dari yang lain. Ketiganya hanya diberi waktu sepuluh hari ke depan untuk pindah. Padahal, lahan pengganti dari pemkab belum siap. Sebaliknya, uang pengganti dinilai terlalu sedikit.:http://www.jawapos.com/read/2016/10/25/59875/bangun-waduk-89-kk-bakal-direlokasi.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728