Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Susur Sungai Bengawan Solo Dilepas Wabup Ngawi


    NGAWI (KR) Menjelang pelaksanaan Kongres Sungai Indonesia II pada September, Pokja KSI II Jatim menggelar Susur Sungai Bengawan Solo. Kegiatan yang dimulai Senin (1/8) tersebut dilepas Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono di KPH Banjar Rejo.
    "Ngawi dilintasi dua sungai bear, Bengawan Solo dan Bengawan Ngawi. Kami sangat mendukung susur sungai ini karena informasi yang didata bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah, khusunya Kab Ngawi dalam mengambil keijakan ke depan," jelas Ony.
    Menurutnya, persoalan di Bengawan Solo cukup banyak, terutama terkait pencemaran limbah. "Konon ada informasi pencemaran dari industri garmen dari wilayah Solo, Karanganyar, Sragen dan sekitarnya yang limbahnya merusak ekosistem sungai di wiayah Ngawi," ungkapnya.
    Dengan adanya rekomendai dari hasil identifikasi, diharapkannya ada kebijakan yang diambil oleh pemerintah di wilayah setempat yang dilintasi Bengawan Solo. "Jika memang perlu ada punishment (hukuman, red) atau sanksi bagi pencemar sungai (industri pembuang limbah)," tuturnya.
    Dari aspek lain, kata dia, adanya perubahan paradigma budaya terkait sungai juga cukup besar. Jika dulu sungai menjadi awal peradaban, ujar dia, saat ini sungai menjadi tempat pembuangan sampah. "Dulu sungai, pantai, dan mata air menjadi awal peradaban. Sekarang banyak rumah yang membelakangi sungai dan budaya membuang sampah di beakang rumah itu ya dibuang ke sungai. Ini juga menjadi perhatian serius agar bisa menjadi bahan rekomendasi dari hasil Kongres Sungai Indonesia di Selorejo Jawa Timur," ujarnya.
    Penanggungjawab Susur Sungai Bengawan Solo KSI II Jatim, Imam Rochani menuturkan, identifikasi susur sungai ini dilakukan tidak hanya pada aspek lingkungan. Selain itu, ada pula aspek sosial ekonomi dan budaya masyarakat yang masih banyak menggantungkan hidup dari aliran Sungai Bengawan Solo.
    Dalam proses ekspedisi Bengawan Solo ini, pihaknya menerjunkan tim berjumlah 30 orang. 24 orang di antaranya menggunakan perahu karet motor empat unit melintasi Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan hingga Gresik. Enam orang lainnya menyusuri melaui jalur darat menggunakan mobil.
    Adapun tim yang tergabung yakni dari Konsorsium Lingkungan Hidup, Garda Lingkungan Jatim, BPBD Jatim, Perhutani, Perum Jasa Tirta I, BLH Jatim, Biro SDA Setdaprov Jatim, dan akademisi dari Unair. Susur sungai dilakukan selama enam hari hingga Sabtu (7/8).
    Ketua Pokja KSI II Jatim, Kresno Budi menjelaskan, tim susur sungai ini piawai dalam menyusuri Sungai Brantas tapi baru pertama kali menyusuri Bengawan Solo. "Semoga semuanya berjalan lancar dan data yang dihasilkan bisa menjadi bahan saat kongres," jelasnya.
    Selain menjadi bahan pembahasan kongres, Kresno berharap agar rekomendasi dari susur sungai yang disepakati dalam kongres juga menjadi percontohan. "Ke depan juga bisa dilakukan kegiatan Patroli Sungai seperti di Sungai Brantas. Bahkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia," tukasnya.
    Sumber : http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/susur-sungai-bengawan-solo-dilepas-wabup-ngawi

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728