Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Dampak Rasionalisasi Anggaran, PAD Ponorogo Terus Digenjot


    PONOROGO (KR) Turunnya peraturan menteri keuangan RI no 125, membawa konsekuensi. Rasionalisasi anggaran hingga Rp 70 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ponorogo 2016, diharapkan tidak akan banyak mengganggu tugas pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
    Agar rasionalisasi atau pengurangan anggaran hingga Rp 70 miliar itu tidak membuat posisi pendapatan dan pengeluaran terlalu jomplang, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus digenjot.
    Anggota Badan Anggaran (Banggar)  DPRD Ponorogo, Gufron Ridloi mngatakan,”pelayanan publik tidak boleh tersendat dengan pengurangan anggaran itu. Sebaliknya dengan adanya rasionalisasi, maka Pemkab harus semakin giat bekerja, untuk meningkatkan perolehan pendapatan,”ucap Gufron Ridloi.
    Banggar DPRD menyepakati perlunya peningkatan target perolehan PAD Ponorogo dari Rp 216 miliar menjadi Rp 221 miliar di tahun ini.
    Target itu realistis, karena masih banyak pos yang bisa mendongkrak PAD, antara lain dari sektor pajak dan juga retribusi.
    Gufron menambahkan, Pemkab masih mempunyai waktu hingga akhir Desember untuk menggenjot PAD. Untuk mencapai peningkatan pajak yang cukup signifikan, maka pengawasan juga perlu ditingkatkan. Selain ektensifikasi di perpajakan dan retribusi.
    Semakin banyak PAD Ponorogo, akan berdampak positif untuk menutupi defisit anggaran Ponorogo. Bahkan ia berharap capaian PAD bisa hingga Rp 250 miliar agar masuk dikategori tinggi di wilayah eks Karesidenan Madiun.

    Sumber : http://kanalponorogo.com/dampak-rasionalisasi-anggaran-pad-ponorogo-terus-digenjot/

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728