Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Wakil Walikota Madiun Sidak Pengenalan Lingkungan Sekolah


    MADIUN (KR) Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto memastikan, seluruh jenjang sekolah di Kota Madiun tidak melaksanakan Masa Orientasi Siswa (MOS) bagi peserta didik baru. Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 18 Tahun 2016, untuk menghindari perploncoan saat MOS, tahun ini pemerintah mengganti dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

    Ungkapan tersebut disampaikan Wawali, usai melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) di tiga jenjang sekolah, bersama Sekretaris Daerah dan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudmudora), Senin (18/7/2016). Sidak diawali di SMP Negeri 13, dilanjutkan di SMA Negeri 2 dan SDN Patihan.

    Sugeng Rismiyanto menyatakan, selama MPLS, peserta didik baru diperkenalkan lingkungan sekolah dan ditekankan pada pemberian materi budi pekerti. Sehingga kedepan diharapkan, peserta didik baru dapat memahami dirinya sendiri, sosialnya, serta lingkungan sekolah barunya. Orang nomor dua di Kota Madiun ini menghimbau seluruh sekolah menyelenggarakan MPLS sesuai instruksi Mendikbud.

    "Disitulah ada ruh paradigma perubahan. Jadi memang MPLS ini melibatkan siswa senior yang tergabung dalam Osis, tapi tidak full, hanya perannya membantu saja, kalau pelakasananya tetap guru," ungkap Wawali kepada Radio Republik Indonesia, Senin (18/7/2016).

    Kesempatan yang sama Kepala Dikbudmudora, Gandhi Hatmoko menuturkan, MPLS dilaksanakan tiga hari, Senin (18/7/2016) sampai Rabu (20/7/2016). Menurut Gandhi, konsep MPLS diserahkan ke masing-masing sekolah, mengacu Permendikbud No. 18 Tahun 2016. Berbeda dengan tahun lalu, siswa senior yang tergabung dalam OSIS, tidak dilibatkan penuh, tetapi hanya membantu hal-hal yang diperlukan. Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Madiun ini memastikan diwilayah Kota Madiun tidak akan terjadi pelaksanaan outbound berkedok MPLS.

    "Harus kita tegur karena kita juga lakukan monitor kepada sekolah-sekolah. Sejauh ini laporannya bagus, tidak ada laporan sekolah yang menyelenggarakan MOS, semua sesuai Permendikbud," katanya.

    Diberitakan di sejumlah media, Mendikbud, Anies Baswedan, secara resmi melarang pelaksanaan MOS yang dilakukan kalangan siswa atau pelajar, sebagai panitia MOS. Larangan ini bertujuan mengantisipasi kerawanan terjadi aksi perploncoan, bullying maupun kekerasan fisik maupun psikis yang dilakukan senior terhadap peserta didik baru.(*)
    Sumber : https://rri.co.id/madiun/post/berita/291596/pendidikan/wakil_walikota_madiun_sidak_pengenalan_lingkungan_sekolah.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728