Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Restribusi Desa Klitik Atas PT Waskita Karya Tergantung Sikap Pemkab Ngawi


    NGAWI (KR) Rupanya sengketa permintaan dana restribusi atas jalan Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi, Jawa Timur, bakal berbuntut panjang. Pasalnya, PT Waskita Karya menolak adanya restribusi dengan dalih Perdes Klitik Nomor 03 Tahun 2013 tentang pungutan masih diragukan keabsahanya. Dan meminta permasalahan tersebut dibawa ke ranah yang lebih tinggi yakni harus diselesaikan melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi.
    Kepastian dana restribusi dibayarkan langsung ini tidak dikabulkan tersebut diketahui saat rapat pertemuan di Kantor Desa Klitik yang dihadiri antara Manajemen PT Waskita Karya dengan Kepala Desa Klitik plus lembaga desa setempat, Rabu (27/07). Pertemuan yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian tersebut untuk menuju titik temu berjalan cukup alot.
    Dari awal PT Waskita Karya selaku pelaksana pembangunan jalan tol Solo – Kertosono yang melintasi wilayah Ngawi tetap bersikukuh enggan membayar restribusi ke desa. Kecuali, Perdes yang dimaksudkan itu sah dan sesuai aturan yang berlaku maka PT Waskita Karya bakal membayar sesuai permintaan pihak desa setempat.
    Sementara pihak Desa Klitik tetap ngotot jika pungutan restribusi yang diterapkan sudah sesuai aturan di desanya bukan asal-asalan. Sehingga setiap truk besar yang mengangkut urugan jalan tol wajib ditarik restribusi Rp 10 ribu sedangkan truk dengan ukuran bak kecil hanya dikenakan Rp 5 ribu.
    Namun diakhir rapat ternyata ada titik temu yang menghasilkan kesepakatan bersama atau berita acara untuk ditindaklanjuti. Isi pernyataan antara lain, aktifitas atau kegiatan pembangunan jalan tol harus tetap berjalan, jangan sampai menyebabkan kemacetan di jalan utama.
    Selain itu yang paling krusial lagi, terkait restribusi semua kendaraan jalan tol yang melalui jalan Desa Klitik tidak langsung ditarik restribusinya. Melainkan cukup dicatat nopol dan jumlah ritnya untuk klaim pembayaran restribusi akan menjadi tanggung jawab PT Waskita Karya. Tentunya hasil kesepakatan ini bisa diterapkan dengan catatan masih menunggu hasil rapat dengan Pemkab Ngawi rencananya akan digelar Kamis besok, (28/07).
    Dimana jika pihak pemerintah daerah setempat menyetujui dan mengesahkan soal restribusi maka PT Waskita Karya akan membayarkan sebagai konsekuensinya. Tetapi sebaliknya, apabila Pemkab Ngawi tidak menyetujui adanya restribusi maka PT Waskita Karya tidak bakal membayarkan seperti tujuan restribusi dari Desa Klitik.
    Sumber : http://www.siagaindonesia.com/129818/restribusi-desa-klitik-atas-pt-waskita-karya-tergantung-sikap-pemkab-ngawi.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728