Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Ratusan Hektar Padi di Magetan Terserang Hama Potong Leher


    MAGETAN (KR) Petani padi di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, musim panen tahun ini tampaknya harus gigit jari. Ratusan hektar tanaman padi yang sedianya dipanen terkena hama potong leher.
    "Hampir semua tanaman padi di desa ini terserang hama potong leher, luasnya mencapai puluhan hektare. Para petani sudah berupaya melakukan pembasmian tapi belum teratasi," ujar seorang petani setempat, Suroso, Rabu (27/7/2016). 
    Menurut dia, hama potong leher tersebut menyerang tanaman padi berusia 90 hari yang siap panen. Akibatnya tanaman banyak yang kering dan mati. Bulir padi juga banyak yang kosong karena pangkalnya putus terkena hama tersebut.
    "Petani sangat rugi karena tanaman banyak yang mati. Hasil panenan secara tidak langsung menurun drastis," terang dia lebih lanjut. 
    Berbagai upaya pembasmian terus dilakukan. Mulai dari menyemprot pestisida serta membakar belerang. Namun hama itu tidak juga hilang.
    Selain terserang hama, tanaman padi milik petani juga banyak yang roboh setelah hujan deras mengguyur kawasan Magetan selama beberapa hari terakhir. Hal itu semakin menambah kerugian petani pada musim panen kali ini. 
    Para petani mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi tersebut. Diperkirakan kerugian akibat hama potong leher tersebut mencapai puluhan juta rupiah.
    "Kami ingin Dinas Pertanian setempat turun ke lapangan untuk membantu mengatasi persoalan ini. Petani berharap ada bantuan pestisida atau obat untuk membasmi hama," tambahnya. 
    Secara total luas lahan pertanian di Kabupaten Magetan mencapai 25.563 hektar. Dari luas lahan tersebut, saat ini yang ditanami berbagai tanaman komoditas, seperti padi, palawija, dan hortikultura mencapai 24.000 hektar lebih. 
    Dinas Pertanian Magetan mengimbau petani agar bercocok tanam sesuai musim. Hal itu bertujuan untuk menghindari kerugian gagal panen akibat kekurangan air dan serangan hama.
    Cara mengatasi hama potong leher
    Penyakit potong leher atau blast disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. Penyakit ini dapat menyerang tanaman padi pada semua stadia tumbuh, baik fase vegetatif maupun generatif. Pada fase vegetatif ditandai dengan bercak pada daun (leaf blast)  berwarna kelabu/putih dengan tepi coklat kemerahan, berbentuk belah ketupat. Bila menyerang pada fase generatif timbul bercak kecoklatan pada pangkal leher (neck blast) mengakibatkan leher malai tidak dapat menopang malai dan patah.
    Menurut Penyuluh Pertanian BPP Gondang, Puji Astuti, S.Pt, penyakit ini biasanya menyerang padi gogo atau padi sawah irigasi yang kekurangan air. Pemberian pupuk nitrogen dosis tinggi memperparah keadaan . Penyakit ini sangat cepat menular bila kelembaban tinggi dan ada tiupan angin kencang. Dalam 6 – 10 jam spora akan menginfeksi jaringan tanaman.
    Penyakit blast dapat dikendalikan melalui penanaman varietas tahan secara bergantian dan pemupukan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Bila diperlukan bisa menggunakan fungisida yang berbahan aktif metil tiofanat, fosdifen, atau kasugamisin.
    Satu hal yang tak boleh dilewatkan, pengamatan yang rutin oleh petani sehingga bila ada serangan hama dan penyakit segera diketahui agar dapat dilakukan penanganan yang cepat dan tepat.
    Peran serta petani inilah yang sangat diharapkan oleh pemerintah  melalui Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Tulungagung untuk menjaga ketersediaan pangan di tingkat regional dan masyarakat. Bila demikian, program peningkatan ketahanan pangan masyarakat yang dicanangkan pemerintah segera dapat terwujud. (ant/dbs) 
    Sumber : http://wartaagro.com/berita-ratusan-hektar-padi-di-magetan-terserang-hama-potong-leher.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728