Header Ads

ad728
  • Breaking News

    PAD Minim, DPRD Minta Pemkab Ponorogo Lebih Kreatif


    PONOROGO (KR) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ponorogo dirasa minim oleh DPRD kabupaten Ponorogo. Karena dari data yang ada PAD hanya menyumbang sekitar Rp 200 miliar.

    "Nyaris anggaran yang ada bergantung pada pusat. Hampir 90 persen," kata Ketua DPRD Ponorogo, Ali Mufti, Kamis (28/7/2016).

    Dia berharap, pemkab lebih inovatif dan kreatif mendongkrak PAD. Memiliki terobosan baru dalam memanfaatkan potensi PAD. Mulai pariwisata, pajak, maupun kekayaan alam lain.

    Ali menyarankan adanya pendataan yang terinci dan berkelanjutan dalam penggunaan anggaran di bidang pembangunan infrastruktur. Pasalnya, anggaran untuk infrastruktur cukup besar. Inventarisasi data cukup penting agar tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

    "Tolong dirinci, seberapa jauh keperluan Ponorogo," terangnya.

    Ali mengatakan penerapan anggaran bidang pertanian tidak hanya untuk alat pertanian dan bantuan pupuk organik. Sebaiknya, sektor peternakan juga disentuh setidaknya cukup membantu menyumpang biogas jika memang berbasis organik.

    Sementara Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2017 akhirnya disepakati. DPRD Ponorogo dan Pemkab setempat sebagai penyelenggara pemerintahan di Ponorogo sepakat rancangan anggaran sebesar Rp 2,8 triliun.

    Jumlah tersebut meningkat sekitar Rp 600 miliar dibanding tahun lalu. Anggaran pembangunan infrastruktur mendapat porsi paling besar.

    Wakil rakyat menyetujui besaran APBD tersebut lantaran peruntukan APBD dinilai cukup tepat sasaran. Yakni, demi kesejahteraan masyarakat.

    ‘’Peruntukan anggaran cukup menjawab permasalahan di Ponorogo. Namun, rancangan yang sudah baik ini harus diimbangi dengan pelaksanaan yang baik pula,’’ tambahnya.

    Kendati begitu, bukan berarti rancangan tanpa catatan. Ali menambahkan, materi dan penulisan angka-angka dalam rancangan kebijakan umum anggaran (KUA) perlu dilakukan sinkronisasi dan penyesuaian dengan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS).
    Pasalnya, ada sejumlah poin dan angka yang tidak sama. Kendati tidak signifikan, hal itu penting agar tidak menimbulkan masalah nantinya. Ali juga menyebut sejumlah pengajuan proposal dana hibah dan bansos yang belum terealisasi tahun 2015 agar dimasukkan dalam KUA dan PPAS APBD. Alasannya sederhana.

    Proposal merupakan permintaan langsung dari masyarakat. ‘’APBD merupakan uang rakyat. Sudah seharusnya diperuntukkan kembali untuk masyarakat,’’ jelasnya.

    Terpisah, Bupati Ipong Muchlissoni mengaku sudah menyiapkan terobosan khusus untuk mendongkrak PAD. Di antaranya, bekerja sama dengan pertamina dan perusahaan untuk memanfaatkan energi panas bumi (geothermal).

    Di antaranya, bekerja sama dengan pertamina dan perusahaan untuk memanfaatkan energi panas bumi (geothermal). Ipong mengaku sudah terjadi kesepakatan.

    Pihak investor bakal membangun sekitar 38 sumur yang bakal digunakan sebagai sumber pemanfaatan energi panas bumi tersebut. Survei sudah dilakukan. Bahkan, pembangunan sumur rencananya dimulai Agustus mendatang.

    Namun, Ipong mengaku belum mengetahui soal besaran bagi hasil dari kerja sama tersebut. ‘’Belum sampai disitu, baru sebatas survei dan diketahui Ponorogo cukup berpotensi untuk pemanfaatan geothermal,’’ ujarnya sembari menyebut juga tengah menggali informasi terkait kandungan emas di Kecamatan Pulung hingga Ngrayun melalui satelit.

    Ipong menambahkan, dengan masuknya berbagai industri di Ponorogo perlahan bakal meningkatkan PAD. Contoh sederhananya, pajak bumi dan bangunan bakal naik. Industri juga mendongkrak perekonomian masyarakat.

    Harapannya, pajak kendaraan juga naik. Selain itu, pihaknya juga melakukan perbaikan sejumlah penyumbang PAD yang ada. Mulai sektor pariwisata dan pertambangan. ‘’Pastinya (PAD,Red) tidak bisa langsung meningkat signifikan. Tapi ada usaha ke sana,’’ pungkasnya sembari menyebut peningkatan APBD lebih lantaran bantuan dari pusat dan provinsi
    Sumber : http://m.beritajatim.com/politik_pemerintahan/272482/pad_minim,_dprd_minta_pemkab_ponorogo_lebih_kreatif.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728