lifestyle,

Magetan Siapkan Rp2,5 M untuk Pasar Darurat

Juli 20, 2016 madiunkita 0 Comments


MAGETAN (KR) Pemerintah Kabupaten Magetan tidak akan merelokasi para pedagang dari pasar sayur yang terbakar pada Kamis (14/7) malam lalu.

Para pedagang akan dibuatkan pasar darurat di lokasi yang sama dengan pasar yang hangus. Dana Rp2,5 miliar-Rp3 miliar siap digelontorkan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Magetan Sumarjoko menyatakan, untuk menanggulangi kondisi pascamusibah kebakaran, Pemkab Magetan telah memutuskan untuk tidak memindahkan para pedagang yang biasa berjualan di Pasar Sayur Magetan dari lokasi semula.

Lokasi yang saat ini hangus akan dibersihkan untuk kemudian dijadikan menjadi pasar sementara alias pasar darurat. “Sesuai hasil rapat semua pihak, termasuk pedagang, kami akan memanfaatkan lahan yang ada ini. Mulai saat ini sampai dua pekan untuk pembersihan dan dua bulan ke depan untuk penataan sehingga pedagang akan bisa segera berjualan lagi.

Kalau terlalu lama berhenti jualan kasihan, ruginya terlalu banyak,” kata Sumarjoko, Senin (18/7). Menurut dia, kemarin petugas Dinas PU, Satpol PP, PMK, polisi, dan pedagang secara bertahap akan membersihkan puing-puing. Beberapa barang yang masih bisa dipakai diperbolehkan diambil untuk dimanfaatkan pedagang. Mereka diatur secara bergiliran di bawah pengawasan penuh petugas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Dinas PU Hergunadi menyatakan, untuk pembongkaran dan pembersihan pasar melibatkan sekitar 125 petugas Unit Reaksi Cepat DPU, satu buah backhoe , dan beberapa truk. “Ini untuk mengangkut sisa-sisa bangunan yang tidak bisa dipakai dan untuk membuat pasar sementaranya,” ujarnya. Sumarjoko menambahkan, setelah pasar bersih, pedagang akan ditempatkan di titik-titik kios, los, atau bedak masing-masing kembali. “Jadi semua dibersihkan kecuali tiga titik yang belum boleh dimasuki karena masih dalam penyidikan pihak kepolisian,” ujarnya.

Untuk pembersihan hingga penempatan kembali di pasar darurat ini, lanjut Sumarjoko, diperlukan dana sekitar Rp2,5 miliar-Rp3 miliar. Dananya akan diambilkan dari pos anggaran tak terduga di APBD Kabupaten Magetan. “Kalau masih kurang ya diusulkan di PAK nantilah,” ujarnya. Menurutnya, Pemkab Magetan sengaja tidak memindahkan para pedagang ke lahan lapang di lokasi lain. Selain prosesnya akan lama, biaya juga tinggi.

Belum lagi perlu rekayasa lalu lintas serta proses lainnya terkait peminjaman atau sewa lahan. “Sebagian nanti akan ditempatkan di pasar sayur bagian utara, yang lain masuk lagi ke lokasinya yang dulu. Teknisnya sudah kami atur dan rencanakan sehingga pedagang tidak perlu cemas,” ujarnya.

Bupati Magetan Sumantri yang kemarin turut menyaksikan dimulainya pembersihan puing menyatakan, hal terpenting yang saat ini dipikirkan Pemkab Magetan adalah upaya agar pedagang bisa segera berjualan kembali. Soal penyebab kebakaran, Pemkab percaya penuh pada penyidikan polisi yang saat ini masih berlangsung.

“Pedagang kita buatkan pasar darurat, penampungan sementara di tempat semula dan sebagian di utara sebelum nantinya kita bangun pasar yang lebih baru, lebih baik, lebih modern,” ujarnya.


Sumber : http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=44&date=2016-07-19

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.