Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Keluarga Muhajir Efendy di Madiun Sempat Tidak Percaya Jadi Menteri


    MADIUN (KR) Satu lagi wong Madiun menduduki jabatan penting di pemerintahan. Kali ini Muhajir Efendy, putra asli Madiun menggantikan Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

    "Kami malah tahu dari media isu-isu paklik akan menjadi menteri. Namun, di grup What's app keluarga, Paklik hanya menjawab isu," kata Dyah Kosmiyana, ponakan dari Muhajir Efendy.

    Namun, lanjut dia, pernyataan dari Muhajir yang hanya isu menjadi kenyataan. Memang benar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masuk gerbong reshuffle kabinet kerja II.

    Walaupun begitu Muhajir tetap tidak membalas pesan yang masuk. "Mungkin sibuk dan banyak ucapan selamat," tambahnya.

    Dyah mengatakan walaupun Muhajir sudah menjadi orang penting tetap seperti dulu. Bahkan saat menjadi rektor pun Muhajir masih sering pulang ke rumah orang tuanya yang berada di Dusun Mojorejo, RT 11 RW 11 Desa Klitik Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun.

    Dyah mengenang dulu saat perjalanan dinas, jika sudah masuk waktu magrib atau isya yang kebetulan lewat Madiun pasti mampir. Bahkan jika tengah malam, Muhajir tidak pernah mengetuk pintu rumah.

    "Beliau (Muhakir-red) memilih tidur di masjid dekat rumah, dari pada harus membangunkan orang rumah," katanya.

    Terakhir, Muhajir pulang ke Madiun saat lebaran. Tidak ada tanda-tanda pria kelahiran Madiun, 29 Juli 1956 akan masuk dalam kabinet.

    "Ya pulang biasa, silaturahmi. Membawa anak dan istrinya pulang ke rumah Madiun. Dan masih sosialisasi dengan tetangga," katanya.

    Dyah menceritakan Muhajir menempuh pendidikan dari SD sampai SMA di Madiun. Untuk SD nya di MI Al Islam Desa Klitik kemudian ke Pendidikan Guru Agama Islam (PGAN) kota Madiun sekarang MAN 2 Madiun. Kemudian baru lanjut kuliah di IAIN Malang (Sekarang UIN Malang).

    Dyah mengatakan Muhajir di mata keluarga memang low profil. Tidak pernah neko-neko kepada siapapun.

    Dibesarkan dengan sembilan bersaudara anak Soerja dan Sri Soebita termasuk pendiam di antara saudaranya. Dyah juga mengatakan Muhajir sempat menjadi pers mahasiswa saat kuliah. Selain itu menjadi wartawan freelance.

    Dyah berharap Muhajir tetap seperti dulu. "Tetap low profil, tidak neko-neko. Tetap jadi paklik yang sabar bagi keponakannya," katanya.

    Pun, jalannya mulus menjadi Mendikbud menggantikan Anies Baswedan. "Tetap amanah, kami hanya bisa berdoa buat paklik," pungkasnya.

    Sumber : http://beritajatim.com/politik_pemerintahan/272453/keluarga_muhajir_efendy_di_madiun_sempat_tidak_percaya_jadi_menteri.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728