Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Biaya Sekolah di Ponorogo Masih Tinggi, Ini Datanya


    PONOROGO (KR) Mimpi siswa Ponorogo tentang pendidikan murah hanya sekadar mimpi. Bahkan untuk siswa SMA, sekalipun itu negeri yang notabene mendapat sokongan dana dari pemerintah, biayanya masih tinggi.

    Adalah SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 yang kompak mengadakan biaya gedung dan seragam sekolah. Parahnya biaya tersebut mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

    Di SMAN 1 Ponorogo misalnya, para wali murid baru diwajibkan membayar biaya secara keseluruhan sekitar Rp 3,7 juta. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, SMAN 1 Ponorogo, Abi Kusno Cokro, menjelaskan, biaya sebesar itu terdiri dari dua pos pembiayaan. Yakni uang gedung, atau disebutnya dana investasi, dan biaya seragam sekolah.

    Sesuai kesepakatan rapat pleno dengan wali murid baru dan komite, disepakai dana investasi sebesar Rp 1,7 juta. Dan, dana investasi tersebut wajib dilunasi oleh para wali murid baru selama enam bulan.

    Menurut Abi, dana investasi tersebut untuk membiayai pembangunan lantai tiga gedung baru, lengkap dengan finishing meubel dan seluruh aksesorisnya. ‘’Revitalisasi kantor tersebut sudah ada pembiayaan dari pemerintah, hanya saja, masih perlu tambahan peran serta masyarakat,’’ jelasnya.

    Selain dana investasi, wali murid baru juga wajib membayar biaya seragam sekolah anak-anaknya. Biaya seragam sekolah dipatok senilai Rp 2 juta. Menurut Abi, biaya sebanyak itu sudah terdiri dari empat set seragam komplit dengan kelengkapan atributnya masing-masing. Mulai dari seragam OSIS, pramuka, olahraga, hingga seragam khas sekolah dengan jas almamater, dasi dan topi. Untuk pembayaran seragam, diberi tenggat waktu mulai kemarin (19/7), hingga Kamis (21/7).

    Kendati demikian, meski mahal, wali murid yang kurang mampu bisa mengajukan keringanan. Di antaranya dengan menyertakan surat tidak mampu dari desa atau kelurahan setempat dan bukti jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Selain itu, khusus bagi siswa berprestasi, mereka bisa mendapat keringanan biaya hingga nol rupiah untuk dua pos pembiayaan tersebut. ‘’Bagi yang berprestasi keringanan biaya yang diberikan bisa sampai nol rupiah untuk dua pos pembiayaan,’’ ujarnya.

    Sementara, Kepala SMAN 2 Ponorogo, Djamil Effendi, mengatakab juga menarik iuran ke wali murid.  Besaran secara riil belum diketahui lantaran pihak sekolah belum menggelar rapat dengan wali murid baru.

    Namun demikian, jika mengacu dari besaran uang gedung tahun lalu, uang gedung tahun ini menurut Djamil di bawah Rp 3 juta. Dan nantinya bisa dicicil selama enam bulan. ‘’Namun berkaca dari tahun lalu, kemungkinan pelunasannya bisa lebih dari enam bulan,’’ sebutnya.

    Menurut Djamil, uang gedung tersebut diperlukan untuk memperbaiki perpustakaan yang sudah rusak. Sebab, mengacu pada hasil pelaksanaan Kurikulum 2013 tahun ajaran lalu, lebih dari 50 persen lulusan SMAN 2 Ponorogo sukses menembus perguruan tinggi negeri (PTN).

    Oleh karena itu, dia menilai, sarana dan prasarana pendidikan di sekolahnya perlu untuk dikembangkan lebih baik lagi. Berbeda dengan tahun lalu, uang gedung yang dibebankan kepada siswa difokuskan untuk membayar pembangunan 50 persen gedung utama. Selain itu, sekolah juga mewajibkan wali murid baru membayar seragam sekolah senilai Rp 1,6 juta untuk empat stel seragam.

    Djamil yakin biaya masuk sekolahnya yang mencapai jutaan rupiah itu tidak membebani wali murid. Menurutnya, wali murid sudah tentu mengetahui akan adanya biaya yang dibebankan kepada mereka jika anaknya masuk ke SMAN 2 Ponorogo.

    Pun, pihaknya juga memberi keringanan kepada murid yang mendaftar lewat jalur kurang mampu. Bahkan tidak hanya diringankan, wali murid yang kurang mampu juga bisa gratis. ‘’Sejatinya, ketika siswa masuk ke sekolah ini, tentu wali murid itu sudah siap akan adanya pembiayaan semacam itu,’’ jelasnya.

    Tak jauh beda, SMAN 3 Ponorogo pun demikian. Kepala SMAN 3 Ponorogo, Hariyadi, menuturkan, wali murid baru wajib membayar uang gedung dan membeli seragam dari koperasi sekolah. Meski belum menggelar rapat dengan wali murid baru, dia menyebut kemungkinan uang gedung tahun ini tidak lebih dari uang gedung tahun lalu, atau senilai Rp 2 juta.

    Menurut Hariyadi, uang gedung tersebut untuk membiayai perbaikan gapura, dan papan nama sekolah, dan pemasangan paving stone. Dari sekian banyak, menurut Hariyadi, yang paling urgent yakni pemasangan paving stone. ‘’Sebab, halaman depan sekolah ini kotor dan luas,’’ sebutnya.

    Selain uang gedung, wali murid juga wajib membeli empat stel seragam sekolah di koperasi sekolah senilai Rp 630 ribu, dan mulai bisa dibayar selama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Menurut Hariyadi, wali murid yang kurang mampu juga bisa mendapat keringanan hingga lebih dari 50 persen. ‘’Istilahnya, ada diskon untuk wali murid yang kurang mampu. Namun kisaran keringanannya ya 50 persen itu,’’ ujarnya.
    Sumber : http://beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/271727/biaya_sekolah_di_ponorogo_masih_tinggi,_ini_datanya.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728