Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Batalyon Raiders Latihan Tangkal Teroris di BRI Madiun


    MADIUN (KR) Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Madiun, di Jalan Pahlawan geger. Pasalnya kantor Bank milik pemerintah tersebut digeruduk teroris, Rabu (27/7/2016).

    Kejadian bermula saat empat teroris menyerbu galeri Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI dengan mengacungkan senjata api dan membabi buta melepaskannya ke udara. Masyarakat yang hendak mengambil uang di ATM dipaksa keluar dengan disergap.

    Tidak sampai disitu, kawanan teroria juga merengsek masuk ke kantor Bank terbesar di Madiun ini. Termasuk naik ke lantai dua dan menawan kepala cabang BRI Madiun. Hal tersebut sontak membuat nasabah dan karyawan BRI berhamburan keluar.

    Tak lama, Komandan Batalyon Yonif Para Raider 501 Bajra Yudha Madiun langsung membebaskan tawanan yang disandera. Karena situasi di atas hanya simulasi penanggulangan teroris.

    Apalagi Batalyon Yonif 501/BY Madiun tahun lalu, melaksanakan validasi yang sebelumnya lintas udara khusus penerjunan, ditambah kemampuannya dengan kemampuan raider. Bahkan, para raider ini dibekali kualifikasi khusus, yang tergabung dalam tim Gultor atau pasukan penanggulangan teroris.

    "Untuk kualifikasi khusus ya raider itu, jadi Batalyon kami, sudah 90 persen yang mempunyai kemampuan raider. Untuk bisa mengatasi hal-hal ini ada tim khusus yang namanya Gultor," ungkapnya, Rabu (27/7/2016).

    Dikonfirmasi terpisah, Kepala Cabang BRI Madiun, Narto Laksono mengungkapkan, simulasi penanggulangan teroris baru kali pertama dilakukan di BRI.

    Melalui simulasi tersebut, diharapkan dapat menjadi gambaran untuk menyiapkan hal-hal yang tidak diinginkan diluar kendali petugas bank. Apalagi, BRI merupakan asset negara yang harus dilindungi untuk keperluan masyarakat dan nasabah bank.

    "Kita ini baru pertama kali simulasi perampokan oleh teroris seperti ini. Dan tidak banyak yang tahu, hanya manajemen saja. Saya ya sempat khawatir juga, apalagi sempat jadi tawanan dan ditodong senjata, ini diluar kendali kita," katanya.

    Sementara itu, salah satu nasabah bank yang juga staf Bakorwil I Madiun, Yunarti mengaku shock dengan simulasi yang dilakukan Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Madiun. Apalagi, saat kawanan teroris membabi buta seluruh isi bank, dirinya dan nasabah lain menyelamatkan diri dengan bersembunyi di toilet bank.

    Rasa shock, takut, kawatir dan gemetar tidak henti-hentinya dirasakan Yunarti. Hal ini karena saat dirinya hendak melakukan transaksi pengiriman uang, kawanan teroris langsung menembakkan senjata api ke udara.

    "Ya takut lah, kan pas saya di kasir langsung ada tembakan. Begitu ada yang bilang rampok, saya langsung lari menyelematkan diri ke toilet. Mau telpon nggak bisa, tangan nggak bisa digerakkan," katanya.

    Pasca simulasi selesai dilaksanakan, suasana di BRI Cabang Madiun mendadak gaduh. Seluruh nasabah dan karyawan bank berhamburan keluar untuk menyaksikan, kesuksesan pelaksanaan simulasi pasukan Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Madiun. Bahkan, banyak diantara nasabah dan karyawan bank, berfoto selfie dengan kendaraan dan pasukan Para Raider

    Sumber : http://m.beritajatim.com/peristiwa/272380/batalyon_raiders_latihan_tangkal_teroris_di_bri_madiun.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728