lifestyle,

Rahman : Petani Tebu Gelisah Saat Harga Gula Mahal, HPP Gula Tidak Menolong

Juni 16, 2016 madiunkita 0 Comments


MAGETAN (KR) Rahman Sabon Nama, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Dan Tani Tanaman Pangan Dan Hortikultura Indonesia (APT2PHI)dalam siaran persnya dari Magetan Jawa Timur, setelah melakukan kunjungan melihat panen petani tebu mengatakan bahwa Petani tebu di Jateng dan Jawa Timur sedang resah diengah musim panen dan giling karena HPP (Harga Patokan Petani) gula Rp.91OO/kg dikwatirkan nasibnya sama dengan HPP Gabah, sebab HPP tahun lalu Rp.89OO/kg tidak banyak menolong peningkatan kesejahteraan petani, Maospati Magetan Senin (13/6-2o16).
Pemerintah harusnya melindungi petani dan 59 pabrik gula lokal ,karena dengan ditetapkan HPP gula oleh pemerintah, sehingga petani mempunyai harga patokan dalam pelelangan gula, Petani tebu di Kendal, Sragen, Magetan dan Madiun diliputi kekwatiran  ditengah kebutuhan ekonominya meningkat menjelang Idul Fitri, ketika puasa telah memasuki minggu kedua ramadhan, petani kwatir harga tebunya lebih rendah dari HPP. Harga penjualan gula Ex PG PTPN ke Perum Bulog Rp.10.500/kg, dan oleh Bulog ditugaskan untuk menciptakan stabilisasi harga gula pasir dalam negeri dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan petani dan menjamin harga yang layak ditingkat konsumen,ironisnya sekarang harga gula pasir ritel gulaku dan gula produksj gunung madu terus merangkak naik rata-rata  di Indonesia hingga  mencapai Rp.15.750/kg,dan seharusnya peran Menteri Pertanian,Menteri Perdagangan dan Perum Bulog bisa mengendalikan harga gula ke tingkat yang wajar  Rp.12.000/Kg hingga Rp.12.500/kg melalui operasi pasar.
Ketua Umum APT2PHI berharap agar Menteri Perdagangan dan Menteri pertanian melalui kebijakannya bisa melindungi petani tebu dan pabrik gula lokal dari liberasi perdagangan harus ada perbedaan gula rafinasi dan gula putih, untuk itu diperlukan kebijakan tataniaga yang bisa melindungi produsen gula berbahan baku tebu dalam negeri dan gula rafinasi berbahan baku raw sugar.
Rasanya kurang adil ketika petani tebu sedang panen dan giling pemerintah melalui Menteri BUMN Rini Soemarno akan mengimpor 350.000 ton gula rafinasi dan raw sugar.
Menurut Rahman Sabon seharusnya jangan sekarang karena petani tebu sedang panen,harusnya ada kebijakan yang dapat mendorong peningkatan produksi untuk menjamin tersedianya stock ,namun perlu diakui bahwa 59 pabrik gula lokal tahun 2016 ini hanya bisa mampu menyediakan 2,4 juta ton dari kebutuhan nasional lebih kurang 5,2 juta ton pertahun.Saran saya pada pemerintah untuk melindungi petani gula dalam negeri  dan konsumen agar gula rafinasi benar benar digunakan untuk kebutuhan industri makanan dan minuman dan tidak merembes di pasar untuk konsunsumsi publik.
Harga CIF Raw Sugar perhari ini dipasaran Internasional Brasil sampai di gudang importir Jakarta sekitar USD 230/ton hingga USD 250/ton,sedangkan gula rafinasi sekitar USD 270/ton, dengan harga ini maka gula rafinisi dalam negeri jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pokok produksi gula petani, untuk itu saya minta pada pemerintah agar membatasi segmen gula rafinasj hanya untuk kebutuhan bahan baku  industri makanan/minuman, tutur Rahnan Sabon Nama dari Maospati Magetan terkait mahalnya harga gula ditengah masa giling dan panen tebu produksi gula petani,

Sumber : http://beritaplatmerah.com/rahman-petani-tebu-gelisah-saat-harga-gula-mahal-hpp-gula-tidak-menolong/

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.