Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Problem Kekurangan Pupuk Belum Teratasi Petani Madiun Gigit Jari


    MADIUN (KR) Petani yang ada di Kabupaten Madiun harus gigit jari terkait dengan bantuan pupuk. Pasalnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) belum memberi kejelasan terkait kekurangan pupuk di Kabupaten Madiun.

    Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Madiun, Muhammad Najib mengatakan dalam setahun, kebutuhan pupuk di Kabupaten Madiun cukup banyak. Di antaranya pupuk urea sebanyak 26.516 Ton, SP 5.654 Ton, ZA 17.000 ton, ponska 27.788 ton dan Petrogani 24.504 Ton. Namun jumlah tersebut hanya mencukupi untuk 2 musim tanam.

    "Mendekati panen dan musim ketiga. Pemkab sendiri belum menerima kejelasan pemenuhan kekurangan pupuk tersebut dari pemprov Jatim," kata Najib kepada wartawan, Senin (20/6/2016).

    Padahal, lanjut dia, ketersediaan pupuk sudah tidak ada di gudang. Najib juga mengatakan Pemkab Madiun kekurangan semua jenis pupuk.

    Najib mengatakan Pemkab Madiun juga sudah mengirimkan surat terkait kekurangan pupuk ke pemprov Jatim. Jika didata, pemkab Madiun kekurangan jenis pupuk sebanyak 3.080 Ton, Sp 1.300 Ton, ZA 2.025 Ton, Ponska 3.275 Ton dan Pereoganik 8.340 Ton. "Saat ini kami menunggu balesan dari Gubernur," terangnya.

    Untuk sekadar diketahui, pupuk merupakan salah satu kebutuhan utama petani sepain air. Target luas tanam padi selama tahun 2016 mencapai 82.812 Hektare. Sementara produk padi di wilayah Kabupaten Madiun pada 2016 ditargetkan 513.000 Ton.
    Sumber : http://m.beritajatim.com/ekonomi/269625/petani_madiun_gigit_jari.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728