Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Inflasi Kota Madiun Capai 0,58%

    MADIUN (KR) Inflasi di Kota Madiun selama Mei atau menjelang puasa tahun ini mencapai 0,58%. Hal ini terjadi karena berbagai kebutuhan pokok dinilai cukup mudah didapat sehingga harganya tidak naik secara signifikan.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Kediri Joko Raharto mengatakan, tingkat inflasi di Kota Madiun yang mencapai 0,58% masih di ambang batas kewajaran. ”Di Kota Madiun ini pedagang masih bisa menjaga harga bahan pokok. Apalagi ditunjang dengan operasi pasar yang dilakukan Bulog dan Pemprov Jawa Timur di pasar-pasar tradisional.

    Ini yang menekan laju inflasi,” ucap Joko kemarin. Bahkan, sehari menjelang Ramadan, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Madiun relatif stabil. Seperti saat Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) melakukan pantauan langsung di Pasar Besar Kota Madiun (PBM) dan Pasar Sleko pada Minggu (5/6).

    Sementara itu, Sekda Kota Madiun Maidi menyatakan, inflasi yang relatif stabil salah satunya karena kiat Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun yang memberikan dispensasi kepada kendaraan kargo yang melakukan bongkar bahan pokok tidak harus di terminal kargo. Kegiatan bongkar bisa dilakukan di dekat pasar agar konsumen mudah mendapatkan bahan pokok yang dibutuhkan.

    Menurut Maidi, cara seperti itu dapat menekan angka inflasi karena masyarakat tidak perlu mengantre untuk mendapatkan bahan pokok. Selain itu, pihaknya mengimbau agar pasar tradisional maupun swalayan buka selama 24 jam. ”Cara lain, kita bisa melakukan kerja sama dengan daerah penghasil komoditas.

    Misalnya kalau stok telur menipis, kita bisa minta kiriman dari Blitar yang dikenal sebagai penghasil komoditas telur, kemudian melakukan operasi pasar,” ujarnya. Masyarakat juga diminta berperan aktif dalam menekan angka inflasi. Caranya dengan mengimbau warga tidak melakukan aksi timbun komoditas.

    ”Caranya, kalau kebutuhan telur cuma tiga, jangan beli enam. Ini bisa mengakibatkan inflasi. Karena barang di pasar cepat habis. Yang tidak kalah penting yaitu peran SKPD dalam menyerap anggaran,” tutur Maidi. Dari pantauan TPID yang terdiri dari staf Bank Indonesia cabang Kediri, Bagian Perekonomian Pemkot Madiun, Humas, dan Protokol Setda dan Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID), ada bahan pokok yang harganya justru turun.

    Seperti harga bawang merah yang sebelumnya menembus angka Rp40.000 per kg kini turun menjadi Rp22.000 per kg. Sedangkan harga bawang putih tetap pada kisaran Rp30.000-Rp32.000 per kg. Demikian pula dengan harga cabai rawit, tetap di kisaran Rp18.000 per kg. Harga ini adalah harga yang berlaku pada hari biasa. Demikian pula dengan cabai merah, harganya tetap pada kisaran Rp24.000 per kg.
    Sumber : http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=9&date=2016-06-07

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728