Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Awas Vaksin Palsu, Dinkes Ngawi Pasang Kuda-Kuda


    NGAWI (KR) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi langsung klaim diwilayahnya aman dari vaksin palsu seperti kejadian didaerah lain selama ini. Alasanya, vaksin yang diterima langsung dari Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Propinsi Jawa Timur. Seperti yang dikatakan Agus Sri Gunawan Plt Dinkes Ngawi, untuk pusat pelayanan medis milik pemerintah khususnya di Ngawi sudah dijamin kualitasnya.
    “Saya yakin vaksin sekarang ini tidak perlu diragukan karena langsung diterima dari Dirjen Kesehatan Jawa Timur. Tapi untuk pelayanan medis swasta saya sendiri tidak mau mengatakan hal itu,” kata Agus Sri Gunawan, Senin (27/06).
    Ujar dia, pusat pelayanan medis milik pemerintah seperti rumah sakit, puskesmas, apotik, pelayanan imunisasi maupun poliklinik, sejak kasus vaksin palsu mulai terungkap pihaknya langsung turun tangan. Tetapi pihaknya pun tidak berani menanggung keberadaan vaksin di pelayanan medis swasta. Meski demikian, pelayanan medis milik pemerintah maupun swasta di wilayah Ngawi tetap dalam pengawasanya secara ketat untuk menghindari vaksin palsu.
    Langkah antisipasi kata Agus, melalui Bidang Pencegahan Penyakit (P2) Dinkes Ngawi sudah melakukan koordinasi untuk memberikan informasi jenis vaksin yang dipalsukan menyusul kejadian di Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Adapun vaksin yang dipalsukan di antaranya vaksin BCG, Campak, Polio, Hepatitis B, dan Tetanus Toksoid.
    Selain itu pihaknya terus melakukan langkah komperhenship apalagi terbitnya Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang antisipasi vaksin palsu. Dalam hal ini, Kemenkes RI meminta seluruh instansi kesehatan untuk kembali melakukan pemeriksaan terhadap vaksin yang ada.
    Berdasarkan surat edaran yang ditandatangani oleh Dirjen Kemenkes RI, Mohamad Subuh, seluruh instansi kesehatan wajib memeriksa kembali sumber pembelian vaksin di rumah sakit ataupun klinik-klinik yang ada. Kemudian, apabila sumber pembelian vaksin diragukan, maka vaksin tidak perlu digunakan.
    Dianjurkan, seluruh instansi kesehatan sebaiknya membeli vaksin resmi dari PT Biofarma atau menggunakan vaksin yang tersedia di Dinas Kabupaten/Kota yang ada. Memberikan informasi secepatnya apabila menemukan vaksin yang dianggap mencurigakan, serta mencari informasi terkait adanya keluhan masyarakat akibat penggunaan vaksin palsu.

    Sumber : http://www.siagaindonesia.com/127664/awas-vaksin-palsu-dinkes-ngawi-pasang-kuda-kuda.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728