lifestyle,

Meski Mendapat Penolakan Warga, Walikota Madiun Tetap Teruskan Pembangunan TPU Wareng

Mei 26, 2016 madiunkita 0 Comments


MADIUN (KR)  Sejumlah warga bersikeras menolak pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wareng di Jalan Pagu Indah Kelurahan Manisrejo Kecamatan Taman, karena letaknya yang berdekatan dengan rumah warga. Namun, Bambang Irianto, Walikota Madiun tetap memerintahkan pembangunan TPU tersebut harus dilanjutkan.
“Pembangunan TPU harus tetap berjalan. Akibat penolakan, pembangunan molor dari jadwal. Saya perintahkan pembangunan harus berlangsung, tidak ada alasan untuk berhenti, dihentikan dan ditunda. Sebab, pembangunan TPU sesuai permintaan warga setempat melalui Musrenbang tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga Kota,” tandas Bambang Irianto, Rabu (25/05).
Ia mengatakan alasan sejumlah kecil warga yang menolak pembangunan karena tidak sesuai rencana awal itu tidak tepat. Menurutnya, pembangunan TPU sudah sesuai Musrenbang dan tata letak, jadi tidak ada kesalahan apapun. “Jika saya hentikan, saya salah besar. Sebab, sudah masuk dalam APBD dan didasarkan usulan warga,” tandasnya.
Pantauan tim adakitanews.com, pembangunan TPU Wareng beberapa hari lalu mulai dibangun dengan mendapat pengawalan dari aparat keamanan dari Polri, Kodim dan Sat Pol PP. Pengamanan ini dilakukan, karena ada beberapa warga menolak pembangunan TPU tersebut dengan alasan berdekatan dengan pemukiman warga.
Gejolak beberapa warga ini sudah terjadi sekitar satu minggu lalu. Sejumlah warga juga mendatangi gedung DPRD dan lainnya menyampaikan aspirasnya. Warga menilai jika makam jadi dibangun hingga mendekati pemukiman, membuat warga rugi dalam berbagai sisi.
Jurianto, salah satu warga setempat mengatakan pembangunan pagar makam ini memang sudah dimusyawarahkan antara warga dengan Pemkot Madiun tahun 2013/2014. Sedangkan hasil musyawarah yakni, rencana pembangunan makam di pinggir Sungai Klampok atau di sisi barat makam sekarang sedang dibangun.
“Ternyata, realisasinya di tanah Wareng, Kenapa bisa di Wareng, karena hasil peninjauan SKPD (DKP,red) dilaporkan ke Pak Wali jaraknya jauh atau sekitar 100 meter dari pemukiman warga. Sebenarnya, jaraknya kurang dari itu. Bahkan pembangunannya bukan di Wareng, tapi dikembangkan ke arah pemukiman warga. Kami merasa tertipu, melihat pembangunan dimulai, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) Kota Madiun, Suwarno mengatakan pihak yang menolak hanya beberapa orang. Sementara pembangunan TPU sudah masuk dalam prioritas pembangunan dan telah pula dianggarkan oleh DKP. “Kenapa tanah Wareng? Karena sudah masuk dalam prioritas pembangunan. Selain itu, di lokasi itu juga sudah ada empat makam,” ungkapnya.
Data yang dihimpun, akibat adanya penolakan beberapa warga pembangunan makam sempat tertunda. Pelaksana pembangunan CV Sadewo ini, sempat menunda pembangunan. Padahal kontraknya sudah turun sejak tanggal 11 April lalu. Nilai kontraknya Rp 312 juta, untuk pembangunan pagar di area seluas 74 meter x 31 meter.

Sumber : http://www.adakitanews.com/meski-mendapat-penolakan-warga-walikota-madiun-tetap-teruskan-pembangunan-tpu-wareng/

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.