Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok di Madiun Naik


    MADIUN (KR) Harga sejumlah komoditas di sejumlah pasar tradisional Kota Madiun masih cukup tinggi, bahkan mengalami kenaikan meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar turun. Kenaikan harga kebutuhan pokok yang signifikan, terjadi pada minyak goreng, gula pasir dan bawang putih.
    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata (Disperindagkoppar) Kota Madiun, Sudandi mengatakan, kenaikan harga juga dipicu melonjaknya permintaan kebutuhan masyarakat menjelang ramadan 1437 Hijriyah. Tidak tanggung-tanggung, kenaikannya rata-rata hampir 30-50 persen.
    Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Madiun ini menyatakan, harga minyak goreng curah dari sepekan lalu Rp 8.000 per kilogram, menjadi Rp 12 ribu setiap kilogram. Sementara harga gula pasir dari Rp 15.500 menjadi Rp 16.000 per kilogram dan bawang putih dari Rp 28.000 menjadi Rp 36.000 setiap kilogram.
    “Yang cukup signifikan kenaikannya ya minyak goreng, 50 persen kenaikannya, gula 30 persen. Kenaikan harga itu ya mungkin karena distribusi barang yang kurang lancar, bisa akomodasinya, bisa arus angkutannya,” ungkap Sudandi kepada Radio Republik Indonesia, Rabu (25/5/2016).
    Senada diungkapkan Sudandi, Kepala Dinas Pasar Kota Madiun, Gaguk Haryono mengakui, banyaknya permintaan masyarakat memicu harga sejumlah kemoditas mengalami kenaikan. Kendati demikian, Gaguk menjamin ketersediaan barang di pasar tradisional Kota Madiun dipastikan aman menjelang ramadan.
    “Rutinas tahunan bahwa menjelang ramadan begini pasti ada kenaikan harga terkait barang-barang kebutuhan pokok. Pemicunya ya permintaan yang memang lebih besar daripada barang-barang yang tersedia, seperti gula maupun tepung,” katanya.
    Untuk mengantisipasi terjadinya spekulasi dari pihak tertentu, Disperindag maupun Dinas Pasar gencar melakukan pemantauan, salah satunya melakukan inspeksi mendadak (sidak). Selain itu juga berkoordinasi dengan istansi terkait dan pelaku usaha, baik pabrikan, distributor,  pedagang, serta menjaga kelancaran arus distribusi barang dan jasa dengan melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, Kepolisian, untuk menghindari kelangkaan barang yang dapat memicu lonjakan harga.
    Sumber : http://www.rri.co.id/post/berita/278160/ekonomi/jelang_ramadan_harga_kebutuhan_pokok_di_madiun_naik.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728